PALEMBANG — Kantor SAR Palembang memimpin operasi pencarian terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Musi. Korban merupakan warga Dusun II, Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan tim setelah menerima laporan kejadian tersebut. "Setelah menerima laporan kami langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian korban," ujarnya di Palembang, Senin.
Kronologi: Berenang Bersama Empat Teman, Terseret ke Tengah Sungai
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban tengah bermain air bersama empat orang temannya di Sungai Musi. Saat asyik berenang, arus deras tiba-tiba menarik korban dan seorang temannya hingga ke tengah sungai.
Teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan dan berhasil menggapai tubuh korban. Namun, derasnya arus membuat teman korban tidak mampu mempertahankan pegangan dan terpaksa melepaskannya. Korban kemudian tenggelam dan terbawa arus, sementara temannya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian sungai.
Pencarian Terbagi di Dua Sisi Sungai
Untuk memaksimalkan upaya pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di sisi kanan sungai, sementara SRU kedua menyisir sisi kiri sungai.
Selain penyisiran di permukaan air, tim juga menyebarkan informasi kepada masyarakat yang beraktivitas maupun bermukim di sepanjang pesisir Sungai Musi. Warga diminta ikut membantu pemantauan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Unsur yang Terlibat dan Imbauan Keselamatan
Operasi pencarian ini melibatkan unsur SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Kantor SAR Palembang mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan, agar selalu mengutamakan keselamatan. Pengawasan terhadap anak-anak saat bermain maupun berenang di sungai harus ditingkatkan. Kondisi arus sungai yang deras dapat membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan maupun ingin melaporkan kondisi kedaruratan dapat menghubungi Basarnas melalui Emergency Call 115 yang siaga melayani masyarakat selama 24 jam.