BANYUASIN — Tiga satuan tempur TNI AD dikerahkan langsung dalam operasi pencegahan dan pemadaman karhutla di Kabupaten Banyuasin. Mereka adalah Yonzipur 12/Karana Jaya, Yon Arhanud 12/Satria Bhuana Prakasa, dan Yonif TP 950/Raja Mankute. Personel gabungan ini disiapkan bersama peralatan khusus pemadaman serta alat berat untuk pembukaan sekat bakar.
Bukan Sekadar Seremonial, Ada Patroli Terpadu
Apel ini bukan sekadar seremoni. Unsur lintas sektoral turut dikerahkan sebagai bentuk sinergi nyata. BPBD Banyuasin, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG, relawan masyarakat, hingga pelaku perusahaan perkebunan ikut ambil bagian.
Kodam II/Swj memperkuat fungsi teritorial Babinsa di lapangan. Patroli terpadu akan digencarkan untuk mendeteksi titik panas sejak dini. Langkah ini diambil agar potensi kebakaran bisa ditekan sebelum meluas.
Target: Musim Kemarau 2026 Tanpa Kabut Asap
Dengan kesiapsiagaan personel dan peralatan, Kodam II/Swj bersama seluruh komponen berharap musim kemarau 2026 di Banyuasin dapat dilewati tanpa kabut asap. Kolaborasi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini mampu meminimalisir potensi karhutla serta mempercepat penanganan jika kebakaran terjadi.
Bupati Askolani dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Ia mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya ancaman lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi warga.
Mengapa Banyuasin Jadi Prioritas?
Kabupaten Banyuasin memiliki luas lahan gambut yang signifikan dan kerap menjadi langganan kebakaran saat musim kemarau. Letaknya yang berdekatan dengan Kota Palembang membuat asap dari karhutla di wilayah ini cepat menyebar dan mengganggu aktivitas penerbangan serta kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci. Dengan apel ini, seluruh unsur diharapkan sudah berada di posisi masing-masing sebelum titik api muncul.