Setiap gelombang panas tiba, banyak dari kita tergoda untuk menjemur bantal dan selimut berjam-jam di luar rumah. Metode yang populer disebut 'sun washing' atau 'sun curing' ini diyakini bisa mensterilkan tempat tidur secara alami dan gratis.
Namun, menurut Dr. Shanina C. Knighton, seorang ahli pencegahan infeksi sekaligus profesor riset di Frances Payne Bolton School of Nursing, klaim itu keliru besar. "Sinar matahari secara fisik tidak bisa mengangkat kotoran atau sel kulit mati," tegasnya kepada media asal Inggris yang melaporkan temuan ini.
Cuci dengan Air Panas, Bukan Jemur di Bawah Sinar UV
Penelitian menunjukkan bahwa mencuci seprai dengan air bersuhu 40°C masih menyisakan 94% tungau debu yang hidup dan aktif. Untuk benar-benar membersihkan patogen, mesin cuci harus mencapai suhu antara 54°C hingga 60°C.
"Mesin cuci bekerja secara mekanis—deterjen, air, dan agitasi—mengangkat keringat, minyak, dan sel kulit mati dari serat kain. Sinar matahari tidak bisa melakukan itu," ujar Dr. Knighton.
Masalah lainnya adalah geometri bantal dan selimut tebal. Sinar UV hanya mengenai permukaan atas, sementara jamur dan tungau bersembunyi di lipitan, jahitan, dan bagian dalam bantalan yang padat. "Bagian bawah selimut atau isi bantal tidak pernah tersentuh sinar matahari," tambahnya.
Menjemur Ternyata Bermanfaat untuk Hal Lain
Lantas, apakah menjemur bantal saat cuaca panas sama sekali tidak berguna? Tidak juga. Dr. Knighton menjelaskan bahwa manfaat utamanya bukanlah disinfeksi, melainkan penguapan kelembaban.
Setiap malam, seprai dan bantal menyerap keringat, air liur, dan minyak tubuh seperti spons raksasa. Udara panas yang bergerak saat dijemur efektif mengeluarkan uap air dan bau apek dari dalam bantal. Proses ini untuk sementara menghentikan perkembangbiakan bakteri, tetapi tidak membunuhnya.
"Saya tidak akan pernah menyuruh orang untuk melewatkan mencuci hanya karena seprai sudah dijemur seharian," peringatkan sang ahli.
Panduan Mencuci Seprai saat Cuaca Panas
Bagi Anda yang berkeringat deras di malam hari, memiliki kulit berjerawat, atau tidur bersama hewan peliharaan, frekuensi mencuci seprai perlu ditingkatkan. Idealnya, sarung bantal dan sprei dicuci setidaknya seminggu sekali selama musim panas.
Satu kebiasaan yang paling penting menurut Dr. Knighton: jangan langsung merapikan tempat tidur setelah bangun tidur jika seprai terasa lembab. Menarik selimut dan merapikannya segera akan memerangkap panas dan kelembaban—kondisi ideal bagi jamur dan bau untuk berkembang biak. Biarkan seprai "bernapas" selama beberapa jam sebelum dirapikan.