PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menutup rangkaian Gemilang Raya X Digital Kito Galo (DKG) ke-7 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumsel di Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, Minggu (28/6/2026). Dalam sambutannya, ia mendorong percepatan digitalisasi transaksi di berbagai sektor.
Angka Pengguna dan Transaksi QRIS Melonjak
Hingga Juni 2026, pengguna QRIS di Sumsel tercatat sekitar 1,48 juta pengguna, didukung lebih dari 1,1 juta merchant. Nilai transaksi QRIS mencapai Rp2,97 triliun atau meningkat 46,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Herman Deru, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, aman, dan efisien. “Capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan kita, melainkan awal dari langkah yang lebih besar untuk memperluas digitalisasi ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,34 Persen di Triwulan I 2026
Herman Deru mengatakan perkembangan ekosistem ekonomi digital di Sumsel berjalan seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Sumsel tumbuh sebesar 5,34 persen (year on year) dengan nilai PDRB mencapai Rp185,12 triliun. Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali pada angka 2,61 persen (year on year).
Ia menilai kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan terus mempercepat digitalisasi transaksi di berbagai sektor. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan DKG menunjukkan kesadaran memanfaatkan layanan keuangan digital semakin meningkat.
Target Perluasan Merchant QRIS ke UMKM dan Pasar Tradisional
Gubernur berharap penyelenggaraan DKG ke-7 dapat meningkatkan jumlah pengguna QRIS di seluruh kabupaten dan kota. Targetnya, memperluas jumlah merchant QRIS terutama dari sektor UMKM, pasar tradisional, pariwisata, dan usaha mikro.
“Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, kita tidak hanya mendorong kemudahan transaksi, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar UMKM, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkualitas,” ungkapnya.
Kolaborasi dan Dukungan Infrastruktur Digital
Herman Deru menegaskan, keberhasilan transformasi digital membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, penyedia jasa pembayaran, dunia usaha, akademisi, komunitas digital, hingga masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus mendukung percepatan digitalisasi melalui penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, perluasan penggunaan transaksi nontunai, serta pemberdayaan UMKM.
Ia mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, penyelenggara, mitra perbankan, pelaku UMKM, dan komunitas digital yang menyukseskan rangkaian kegiatan DKG ke-7. “Semoga semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan Sumsel sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan digital terdepan di Indonesia,” pungkasnya.
Turut hadir Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan budayawan Sumsel, di antaranya Helmy Yahya dan Anwar Fuady.