PALEMBANG — Perkembangan teknologi dinilai membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keluarga. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengingatkan agar anggota keluarga tidak lebih banyak berinteraksi dengan layar gawai daripada saling berkomunikasi dan membangun kedekatan emosional di rumah.
Keluarga Tangguh di Era Digital: Batasi Gawai, Buka Ruang Komunikasi
Ratu Dewa menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Namun, interaksi langsung yang minim akibat gawai kini menjadi tantangan tersendiri.
“Jangan sampai anggota keluarga lebih banyak berinteraksi dengan layar gawai daripada saling berkomunikasi dan membangun kedekatan emosional di rumah,” katanya saat memimpin upacara.
Ia menjelaskan, keluarga yang tangguh di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Caranya, dengan membatasi waktu penggunaan gawai, membangun kebiasaan berkumpul tanpa perangkat digital, serta menghadirkan ruang komunikasi yang hangat dan terbuka.
“Ayah Wajib Hadir” Bukan Sekadar Fisik, Tapi Emosional
Pada peringatan Harganas tahun ini, Ratu Dewa memberikan perhatian khusus pada keterlibatan sosok ayah dalam keluarga. Ia menekankan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas hadir secara fisik, melainkan juga harus hadir secara emosional dalam proses tumbuh kembang anak.
Kehadiran emosional tersebut, kata dia, tercermin melalui komunikasi yang membangun kepercayaan, keteladanan nilai integritas, serta perhatian yang konsisten agar anak tumbuh dengan rasa aman dan dihargai.
Makna “Ayah Wajib Hadir” ini pun tidak terbatas pada ayah kandung. Figur laki-laki lain seperti kakek, paman, kakak laki-laki, ayah sambung, hingga mentor juga bisa menjalankan peran tersebut.
Peringatan Harganas Jadi Momentum Perkuat Fondasi Keluarga
Ratu Dewa berharap peringatan Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama pembentuk karakter. Menurutnya, keluarga yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.