LAHAT — Langkah PT Golden Great Borneo (GGB) membantah anggapan bahwa pertambangan batubara hanya menyisakan kerusakan. Di kawasan eks tambang seluas 105 hektare, perusahaan itu sudah melakukan reklamasi dan penanaman kembali dengan berbagai jenis bibit tanaman.
Kegiatan puncak berlangsung Selasa (30/6/2026), dihadiri Deputi Direktur Parulian Panjaitan, Direktur Operasional Teknik dan Lingkungan Deva Hendri, serta mitra kerja dari PT BP dan PT BCS.
Reklamasi Bukan Sekadar Kewajiban
Kepala Teknik Tambang PT GGB, Jhonson Nainggolan, menegaskan bahwa reklamasi merupakan bagian dari budaya kerja perusahaan. "Menambang hari ini, melestarikan untuk masa depan. Kegiatan pertambangan tidak hanya berfokus pada pencapaian target produksi, tapi juga harus mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan upaya pelestarian lingkungan," ujarnya.
Menurut Jhonson, penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) sudah menjadi budaya yang melekat pada setiap insan perusahaan. "Satu bibit untuk reklamasi berkelanjutan. Momen ini sebagai pengingat bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga lingkungan untuk generasi mendatang," tambahnya.
Rangkaian Kegiatan Selama Sebulan
SHE Superintendent PT GGB, Novan Dwi Putra, menjelaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini sudah berlangsung selama satu bulan. Rangkaiannya dimulai dari upacara pembukaan, pembersihan area mess, kantor, dan jalan hauling, hingga puncak acara penanaman pohon.
Jenis bibit yang ditanam meliputi sengon, mangga, nangka, dan trembesi. "Ini agenda rutin tahunan. Semoga berbagai program pengelolaan lingkungan yang telah kami jalankan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Novan.
Apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Lahat
Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan apresiasi terhadap langkah PT GGB. Sekretaris Dinas, Ferry Arisandi, menyebut perusahaan itu memiliki respons cepat dalam pengelolaan lingkungan.
"Saya apresiasi PT GGB, karena saya tahu perusahaan ini responsnya cepat terkait pengelolaan lingkungan. Saya berharap penanaman dilakukan secara berkelanjutan dengan perawatan, sehingga tumbuh seperti yang diharapkan," ujar Ferry.
Ia menambahkan bahwa pertambangan bukan sekadar merusak, melainkan mengolah, namun tetap harus ada upaya perbaikan melalui penanaman kembali.