Pencarian

Ekspor Sumsel Anjlok 19,23 Persen di Lima Bulan Pertama 2026, Batu Bara dan Karet Terpukul Permintaan Global

Sabtu, 04 Juli 2026 • 19:07:31 WIB
Ekspor Sumsel Anjlok 19,23 Persen di Lima Bulan Pertama 2026, Batu Bara dan Karet Terpukul Permintaan Global
Nilai ekspor Sumatera Selatan turun 19,23 persen pada lima bulan pertama 2026.

PALEMBANG — Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Selatan dalam lima bulan pertama tahun ini mengalami tekanan signifikan. Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan nilai ekspor hanya mencapai US$2,21 miliar, atau turun 19,23 persen secara tahunan (year-on-year).

Sektor Nonmigas Paling Terpukul, Anjlok 22,58 Persen

Penurunan terdalam terjadi di sektor nonmigas yang menjadi tulang punggung ekspor Sumsel. Nilai ekspor nonmigas tercatat US$1,99 miliar, lebih rendah dari capaian tahun lalu yang sebesar US$2,57 miliar.

“Secara kumulatif, ekspor sektor nonmigas mengalami penurunan signifikan hingga 22,58 persen,” ujar Wahyu, Jumat (3/7/2026).

Batu Bara dan Karet Jadi Biang Kerok

Dari sisi komoditas, batu bara menjadi penyumbang terbesar amblesnya kinerja ekspor. Nilai ekspor batu bara merosot hingga 38,79 persen. Komoditas karet juga ikut tertekan dengan penurunan 19,62 persen.

Sektor pertambangan dan lainnya menjadi yang paling terpukul dengan kontraksi 38,79 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga turun 20,75 persen, sementara industri pengolahan terkoreksi 11,35 persen.

Pulp Jadi Satu-Satunya Komoditas yang Tumbuh

Di tengah pelemahan yang meluas, produk pulp berbahan baku kayu justru mencatatkan kinerja positif. Nilai ekspornya meningkat 10,55 persen dan menjadi penopang di tengah tekanan komoditas utama lainnya.

“Komoditas pulp masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah penurunan komoditas utama lainnya,” jelas Wahyu.

China Tetap Pasar Utama, India dan Malaysia di Posisi Berikutnya

Meski ekspor terkontraksi, China masih menjadi pasar terbesar bagi produk Sumsel. Nilai ekspor ke China mencapai US$814,50 juta atau menguasai 36,89 persen dari total ekspor. Produk utama yang dikirim meliputi pulp, batu bara, serta karet dan produk turunannya.

India menempati posisi kedua dengan nilai ekspor US$229,73 juta, didominasi batu bara, karet, dan bahan kimia anorganik. Malaysia berada di urutan ketiga dengan US$180,96 juta, terutama untuk komoditas batu bara, minyak dan lemak nabati, serta kertas dan produk turunannya.

Bagikan
Sumber: relung.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks