PALEMBANG — Sebanyak 148.509 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Sumatera Selatan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah provinsi, dengan prioritas utama menyentuh warga lanjut usia dari keluarga miskin. Program bedah rumah ini difasilitasi Pemprov Sumsel agar para lansia dapat menjalani masa tua dengan nyaman di lingkungan yang layak huni.
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyampaikan bahwa perhatian terhadap kelompok lansia di provinsi yang membawahi 17 kabupaten dan kota ini akan terus ditingkatkan. Targetnya jelas: masyarakat miskin yang lanjut usia bisa hidup sejahtera dan menempati rumah yang layak.
Evaluasi Rutin Jadi Kunci Ketepatan Sasaran
Pemprov Sumsel tidak ingin program ini berjalan setengah hati. Cik Ujang menegaskan setiap kegiatan yang telah berjalan selalu dievaluasi, termasuk perbaikan untuk hal-hal yang dinilai kurang baik atau tidak sesuai aturan.
"Perhatian kepada lansia di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, akan terus ditingkatkan agar masyarakat miskin yang lanjut usia bisa hidupnya sejahtera dan tinggal di tempat yang layak huni dan nyaman," ujarnya di Palembang, Senin.
Mengawasi Program Lewat Partisipasi Warga
Pengawasan program tidak hanya menjadi tugas aparatur sipil negara. Pemprov Sumsel justru membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan di lapangan.
Dengan pengawasan bersama, fakta di lapangan bisa dilihat secara terbuka. Jika ditemukan penyimpangan, koreksi bisa segera dilakukan sebelum program melenceng dari tujuan utamanya.
"Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan program tersebut bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran," jelas Wagub Cik Ujang.
Angka RTLH di Sumsel Capai 148.509 Unit
Skala persoalan perumahan di Sumatera Selatan masih cukup besar. Data yang dihimpun Pemprov mencatat jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mencapai 148.509 unit yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memetakan wilayah prioritas, terutama di kantong-kantong kemiskinan yang banyak dihuni warga lanjut usia. Perbaikan rumah bagi lansia dinilai krusial karena kelompok ini paling rentan terhadap kondisi hunian yang tidak sehat.
Ke depan, Pemprov Sumsel berharap program bedah rumah ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Lingkungan tempat tinggal yang layak dinilai mampu mencegah munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat.