Pencarian

Krisis RAM Hantam Pasokan MacBook Air, Pengiriman Mundur hingga Sebulan

Jumat, 14 Agustus 2026 • 02:38:31 WIB
Krisis RAM Hantam Pasokan MacBook Air, Pengiriman Mundur hingga Sebulan
Estimasi pengiriman MacBook Air di situs resmi Apple melambat hingga lebih dari sebulan akibat krisis pasokan RAM global.

SUMATERA SELATAN — Masalah pasokan komponen PC memang sedang tidak baik-baik saja, dan Apple menjadi salah satu korban yang paling terlihat. Laporan terbaru dari 9to5Mac mengungkap bahwa hampir semua konfigurasi MacBook Air di situs resmi Apple kini menampilkan estimasi pengiriman 2-3 pekan, sementara varian dengan RAM 32 GB harus ditunggu hingga sebulan lebih. Kondisi ini disebut sebagai yang terparah yang pernah dialami tim ritel Apple.

Kabar ini datang di saat yang kurang menguntungkan. Apple baru saja menaikkan harga jual MacBook Air M5 sebesar USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) pada Juni 2025, dan rumor terbaru menyebut iPhone 17 juga akan mengalami kenaikan harga serupa. Artinya, konsumen yang ingin membeli laptop Apple kini harus menghadapi dua masalah sekaligus: harga lebih mahal dan waktu tunggu lebih lama.

Mengapa Pasokan MacBook Air Terganggu?

Penyebab utamanya adalah krisis pasokan RAM yang melanda industri PC secara global. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron disebut lebih memprioritaskan produksi chip memori untuk AI (HBM) yang marginnya jauh lebih tinggi, sehingga pasokan RAM konvensional untuk laptop menjadi langka dan harganya meroket.

Kondisi ini diperparah dengan pernyataan analis terkemuka Mark Gurman dan CFO Apple Kevan Parekh yang mengindikasikan bahwa kelangkaan ini tidak akan membaik dalam waktu dekat. Bahkan, proyeksi internal menyebut tekanan pasokan ini bisa berlanjut hingga 2027 dan seterusnya. Bagi konsumen, ini berarti harga laptop—bukan hanya Apple—berpotensi terus naik.

Masih Ada Jalan Pintas untuk MacBook Air

Jika Anda tetap ingin membeli MacBook Air M5 tanpa menunggu sebulan, pengecer pihak ketiga bisa menjadi solusi. Amazon saat ini menjual MacBook Air 13 inci dengan harga USD 1.256 (sekitar Rp 20,7 juta), lebih murah dari harga resmi Apple, dengan waktu pengiriman lebih singkat melalui layanan Prime. Varian 15 inci juga tersedia dengan penawaran serupa.

Namun, perlu dicatat bahwa harga di Amazon adalah harga pasar AS. Untuk pasar Indonesia, harga di iBox, Digimap, atau reseller resmi lainnya bisa berbeda dan biasanya belum termasuk pajak impor jika membeli dari luar negeri. Pastikan Anda mempertimbangkan garansi internasional sebelum memutuskan membeli dari toko luar negeri.

Alternatif Windows yang Layak Dipertimbangkan

Bagi yang tidak mau pusing dengan estimasi pengiriman panjang, laptop Windows berbasis ARM atau x86 bisa menjadi pilihan rasional. Beberapa opsi yang patut dilirik adalah Lenovo Yoga Slim 7x yang mengusung chip Snapdragon, Yoga Slim 7i Aura dengan prosesor Intel Core Ultra, atau Dell XPS 13 yang sudah lama dikenal sebagai rival MacBook Air di kelas premium.

Ketiga laptop ini mungkin tidak menandingi efisiensi daya atau kekuatan GPU MacBook Air M5 secara langsung, tetapi untuk kebutuhan produktivitas harian, coding, dan konsumsi media, performanya lebih dari cukup. Harga ketiganya pun umumnya lebih bersaing di pasar Indonesia dibandingkan MacBook Air yang baru saja naik.

Keputusan akhir kembali ke prioritas Anda. Jika ekosistem Apple adalah harga mati, bersiaplah menunggu atau mencari stok di retailer pihak ketiga. Jika yang Anda butuhkan adalah laptop tipis dan ringan yang bisa dipakai bekerja bulan ini juga, pasar Windows saat ini menawarkan banyak opsi menarik dengan harga yang lebih stabil.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks