PALEMBANG — Tim SAR gabungan dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, PMPB, PMI, serta masyarakat pada Kamis (20/8/2026) mulai menyisir area seluas 5 KM² di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan secara visual menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat di atas permukaan air.
Kronologi: Berawal dari Mengantar Rekan ke Sawah
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban yang tengah menjaga sawah di seberang Sungai Musi mengantar tiga orang rekannya menggunakan perahu.
Setelah ketiga rekannya turun, korban berniat kembali menuju sawah. Namun di tengah perjalanan, perahu yang ditumpanginya dihantam speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan tersebut membuat perahu terbalik dan korban langsung tenggelam.
Pencarian Terkendala Visibilitas, Penyelaman Disiapkan
"Hari ini Tim SAR gabungan memulai operasi pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Pencarian dilakukan secara maksimal dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam," kata Raymond, Kamis (20/8/2026).
Tim gabungan akan melakukan penyelaman di titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam apabila kondisi memungkinkan dan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
Imbauan Keselamatan untuk Aktivitas Sungai Malam Hari
Raymond mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung. Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas perahu dan kapal, khususnya saat beraktivitas pada malam hari.
Basarnas mengingatkan agar masyarakat menghindari beraktivitas di sungai dalam kondisi cuaca atau visibilitas yang tidak mendukung dan selalu memperhatikan kondisi perairan di sekitar. Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi Emergency Call Basarnas di nomor 115.