PALEMBANG — Sampah anorganik yang kerap menjadi masalah lingkungan di Palembang kini disulap menjadi sumber pembiayaan pendidikan. Melalui program "Energi dari Sampah: Terangi Pendidikan Negeri", PLN menghadirkan armada jemput sampah ramah lingkungan yang siap beroperasi menjangkau berbagai wilayah Kota Palembang.
Gerobak listrik tersebut beroperasi untuk memperluas jangkauan pengumpulan sampah dari masyarakat. Target penjemputan meliputi sekolah, instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hotel, restoran, hingga kompleks permukiman warga.
Jemput Sampah Antar Jemput, Beri Nilai Ekonomi
GEMPITA bukan sekadar kendaraan angkut biasa. Dengan kapasitas angkut hingga 450 kilogram, gerobak ini mampu membawa berbagai jenis sampah anorganik bernilai ekonomi, mulai dari plastik, kardus, buku, kertas, hingga majalah.
Mekanisme pengumpulannya lewat program "Sedekah Sampah untuk Pendidikan". Masyarakat yang menyerahkan sampahnya secara sukarela akan mendukung pendanaan pendidikan anak yatim dan dhuafa di Desa Qur'anic Farm.
Dari Limbah Plastik Jadi Paving Block dan Genteng
Sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan. Hasil olahan tersebut berupa barang kerajinan, paving block, batu bata plastik, hingga genteng plastik.
Produk hasil pengolahan limbah ini selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan ruang belajar, tempat mengaji, serta fasilitas pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa yang bersekolah di Desa Qur'anic Farm. Dengan begitu, masyarakat yang membuang sampah secara tidak langsung turut berkontribusi membangun infrastruktur pendidikan.
PLN Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan kehadiran GEMPITA merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat ekosistem usaha pengelolaan sampah agar semakin produktif dan berkelanjutan.
"Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional sekaligus menciptakan nilai tambah dari material yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah," ujarnya.
Program yang dijalankan bersama Yayasan Qur'anic Farm Indonesia ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi hijau, serta dukungan terhadap dunia pendidikan. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen PLN dalam mendorong ekonomi sirkular di Sumatera Selatan.