Pencarian

Bayi di Bengkulu Tengah yang Imunisasi Lengkap Baru 45%, Ini Target dan Langkah Pemerintah

Senin, 31 Agustus 2026 • 19:42:02 WIB
Bayi di Bengkulu Tengah yang Imunisasi Lengkap Baru 45%, Ini Target dan Langkah Pemerintah
Petugas kesehatan menunjukkan data capaian imunisasi dasar lengkap bayi di Bengkulu Tengah yang baru mencapai 45,28 persen dari target 85 persen.

SUMATERA SELATAN — Angka ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah yang digelar Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada Senin (31/8/2026). Dari total 2.487 bayi usia 0–11 bulan yang menjadi sasaran, baru 1.126 bayi yang tercatat mendapat imunisasi lengkap.

Kondisi serupa terjadi pada kelompok baduta (bawah dua tahun) usia 12–23 bulan. Dari sasaran 2.454 anak, baru 1.170 anak atau 47,68% yang imunisasinya tuntas. Padahal target pemerintah untuk kelompok ini sebesar 75%.

Angka Imunisasi Bengkulu Tengah per 30 Agustus 2026

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah yang dipaparkan dalam rapat tersebut menunjukkan capaian berikut:

  • Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bayi 0–11 bulan: 45,28% (1.126 dari 2.487 sasaran), target 85%.
  • Baduta 12–23 bulan: 47,68% (1.170 dari 2.454 sasaran), target 75%.
  • Wanita Usia Subur (WUS) 15–49 tahun: 26,04% (6.384 dari 24.518 sasaran), target 71%.

Angka yang masih jauh dari target ini menjadi perhatian serius. Sebab imunisasi adalah benteng pertama melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak, rubela, polio, dan hepatitis B.

Berita Baik: Imunisasi Sekolah Hampir Tuntas

Di tengah rendahnya capaian bayi dan baduta, ada kabar menggembirakan dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi Campak Rubela telah menjangkau 1.778 anak dari sasaran 2.035 anak, artinya mencapai 87,37%.

Yang lebih membanggakan, imunisasi HPV justru melampaui target. Dari sasaran 1.028 anak, penerimanya mencapai 1.046 anak atau 101,75%. Target keseluruhan program BIAS sendiri ditetapkan 90%.

Artinya, ketika layanan sudah menjangkau sekolah, partisipasi bisa tinggi. Masalahnya ada pada bayi dan baduta yang belum rutin dibawa ke posyandu atau puskesmas.

Pemerintah Kejar Ketertinggalan dengan 5 Langkah Ini

Untuk mengejar target, Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menegaskan bahwa beban ini tidak bisa dipikul sektor kesehatan saja. Ia meminta semua instansi terlibat, termasuk pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik.

“Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” tegas Tomi dalam rapat yang dihadiri Ketua TP PKK, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, DPMD, Dinas Sosial, dan Diskominfo.

Langkah yang disepakati meliputi:

  • Memperkuat koordinasi lintas sektor agar sasaran imunisasi tidak terlewat.
  • Meningkatkan pelayanan di Puskesmas dan Posyandu, termasuk layanan tambahan.
  • Melakukan sweeping terhadap warga yang belum imunisasi lengkap.
  • Memutakhirkan dan memvalidasi data sasaran agar pelayanan tepat sasaran.
  • Menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan kepada orang tua.

Pemantauan juga akan diperketat di wilayah dengan capaian rendah. Dengan begitu, hambatan di lapangan bisa segera diatasi.

Yang Bisa Ibu Lakukan Sekarang

Bagi orang tua di Bengkulu Tengah, ini saatnya memeriksa kembali buku KIA atau catatan imunisasi anak. Pastikan si kecil yang berusia 0–11 bulan sudah mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Jika ada yang terlewat, segera kunjungi Puskesmas atau Posyandu terdekat.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengusung semangat “Tidak Ada Anak yang Terlewat Imunisasi, Anak Sehat, Generasi Kuat”. Dukungan dari Kementerian Kesehatan juga telah disiapkan. Kini tinggal kerja sama kita semua — orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah — untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan kuat.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teropongpublik.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks