Pencarian

Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang, Indeks Udara Unsri Capai 1.083 pada Rabu Dini Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 • 06:32:32 WIB
Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang, Indeks Udara Unsri Capai 1.083 pada Rabu Dini Hari
Kabut asap pekat menyelimuti Palembang dengan indeks udara di kawasan Unsri tercatat 1.083 pada Rabu dini hari.

PALEMBANG — Selain Unsri dan Demang Lebar Daun, tiga titik pemantauan lain turut mencatat angka tinggi. Kawasan GP PLM berada pada 983, Musi 2 di angka 953, dan Sukarami 834.

Asap terpantau pekat dan menimbulkan bau menyengat di sejumlah kawasan. Jarak pandang di beberapa lokasi dilaporkan terganggu.

Angka Tinggi, Kategori Risiko Masih Perlu Dipastikan

Pembacaan 1.083 menunjukkan kualitas udara yang sangat buruk bila mengacu pada skala AQI yang digunakan IQAir. Kategori dan tingkat risikonya tetap perlu dipastikan berdasarkan parameter serta skala indeks yang ditampilkan aplikasi.

Kondisi ini menambah kekhawatiran warga terhadap dampak pencemaran udara. Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok paling rentan.

Asap Diduga Berkaitan dengan Karhutla di Lahan Gambut OKI

Asap diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebakaran di kawasan lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Hubungan langsung antara kebakaran di OKI dan kondisi udara di setiap titik pemantauan Palembang belum bisa dipastikan. Data resmi soal sebaran asap, arah angin, dan sumber kebakaran masih diperlukan untuk mengonfirmasinya.

Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat asap terlihat pekat atau berbau menyengat. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah dapat memakai respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat.

Olahraga berat di luar ruangan sebaiknya dihindari. Pintu dan jendela perlu ditutup ketika asap masuk ke lingkungan permukiman, dan pembersih udara dalam ruangan dengan filter HEPA bisa digunakan bila tersedia.

Warga juga diminta memperhatikan gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Jika gangguan pernapasan berat muncul, segera cari pertolongan medis.

Kualitas Udara Bisa Berubah Mengikuti Arah Angin

Perkembangan kualitas udara Palembang perlu dipantau berkala. Kondisi dapat berubah mengikuti arah angin, intensitas kebakaran, dan faktor cuaca.

Warga diimbau memantau informasi melalui sumber tepercaya, termasuk aplikasi IQAir dan pengumuman resmi instansi terkait.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks