MUBA — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperbarui infrastruktur jembatan yang sudah berumur. Fokus utama saat ini tertuju pada Jembatan Air Baruga di Kecamatan Babat Toman yang kondisinya dinilai rawan bagi kendaraan beban berat.
Target Perbaikan: 15 Kilometer Jalan Nasional Rusak Bertahap
Berdasarkan data teknis, ruas jalan nasional dari Mangun Jaya hingga batas Kabupaten Musi Rawas memiliki panjang total 43 kilometer. Saat ini, tingkat kemantapan jalan di wilayah tersebut berada di angka 66 persen dengan rincian 26 kilometer dalam kondisi baik.
Kepala BPJN Sumsel, Panji Krisna Wardana, menjelaskan terdapat 15 kilometer jalan yang saat ini mengalami kerusakan. Dari total tersebut, sepanjang tujuh kilometer ditargetkan rampung pada 2027, sementara delapan kilometer sisanya akan ditangani secara bertahap hingga 2029.
"Ruas ini menjadi prioritas kami, terutama penggantian jembatan yang memang sudah berumur," kata Panji.
Mengapa Jembatan Air Baruga Menjadi Prioritas Utama?
Jembatan yang berlokasi di Desa Beruge ini memegang peran strategis dalam konektivitas antarwilayah. Selain menghubungkan antar-kabupaten di Sumatera Selatan, jalur ini menjadi urat nadi logistik utama yang menembus hingga ke Provinsi Bengkulu dan Jambi.
Kondisi jembatan yang sudah tua membuat pemerintah daerah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan guna mencegah risiko kecelakaan bagi masyarakat serta memastikan kelancaran arus distribusi barang di lintas tengah Sumatera.
Sinergi Pemerintah dan Pendekatan Sosial ke Masyarakat
Bupati Muba, M. Toha Tohet, menyatakan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel. Pemkab Muba berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pengerjaan fisik di lapangan tidak menemui kendala teknis maupun sosial.
"Kami berkoordinasi intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel agar cepat selesai," ujar Toha dalam keterangan tertulis, Rabu.
Selain aspek konstruksi, sosialisasi kepada warga setempat menjadi poin krusial dalam proyek ini. Toha menekankan pentingnya pendekatan persuasif melalui camat dan kepala desa agar rencana penggantian jembatan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat sekitar tanpa muncul hambatan sosial.