Pencarian

Tim DVI Identifikasi 18 Korban Bus ALS Lewat Sampel DNA Tulang

Minggu, 10 Mei 2026 • 11:30:09 WIB
Tim DVI Identifikasi 18 Korban Bus ALS Lewat Sampel DNA Tulang
Tim DVI Pusdokkes Polri melakukan identifikasi 18 korban kecelakaan bus ALS melalui sampel DNA tulang.

Tim DVI Pusdokkes Polri memprioritaskan pemeriksaan DNA dari sampel tulang untuk mengidentifikasi 18 jenazah korban kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Langkah medis ini diambil secara resmi setelah suhu panas ekstrem dari ledakan truk tangki BBM menghancurkan jaringan lunak serta data odontologi korban di lokasi kejadian.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri mengonfirmasi penggunaan metode pemeriksaan deoxyribonucleic acid (DNA) berbasis sampel tulang untuk mengenali belasan jenazah korban tabrakan bus ALS. Upaya ini menjadi jalur utama setelah identifikasi primer melalui sidik jari dan rekam medis fisik dinyatakan sulit dilakukan akibat kondisi korban yang terdampak suhu panas ekstrem.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayati, menyatakan bahwa mayoritas jaringan lunak jenazah sudah tidak utuh. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya barang-barang pribadi atau properti milik penumpang saat insiden tabrakan dengan truk tangki BBM yang memicu kobaran api besar pada Sabtu (9/5/2026) tersebut.

Kendala Identifikasi Akibat Kerusakan Struktur Gigi

Pada banyak kasus kecelakaan transportasi yang melibatkan kebakaran, data gigi (odontologi) biasanya menjadi tumpuan utama tim forensik karena sifatnya yang lebih tahan panas dibandingkan kulit. Namun, dalam insiden bus ALS di Muratara ini, besarnya volume api membuat struktur tulang dan gigi korban menjadi sangat rapuh hingga hancur.

"Karena apinya sangat besar sehingga sebagian besar tulang, termasuk gigi, itu juga menjadi rapuh," jelas Wahyu di Palembang. Selain faktor kerusakan biologis, tim di lapangan kehilangan petunjuk sekunder karena properti pribadi korban terlepas dari tubuh saat benturan keras terjadi sebelum bus terbakar habis.

Kriteria Khusus Ekstraksi DNA dari Tulang Merah

Tim medis kini memfokuskan pencarian pada bagian tulang yang masih memiliki gradasi warna kemerahan. Wahyu menekankan bahwa tidak semua bagian tulang bisa digunakan sebagai sumber data genetik, terutama jika bagian tersebut sudah terkarbonisasi sepenuhnya atau telah berubah menjadi arang.

Pihak DVI hanya memilih tulang yang diperkirakan masih menyimpan materi DNA yang cukup untuk diproses di laboratorium. "Dalam kondisi sekarang ini, kita mengambil tulang. Kita juga memilih tulang yang masih merah. Kalau tulangnya sudah jadi arang, tidak bisa," tambahnya. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi guna memastikan profil DNA yang diekstraksi valid untuk dicocokkan dengan data keluarga.

Data Terkini Penanganan 18 Korban Kecelakaan Muratara

Berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan, terdapat beberapa poin krusial terkait proses evakuasi dan identifikasi yang sedang berjalan:

  • Jumlah Korban: Total korban meninggal dunia terkonfirmasi sebanyak 18 orang, bertambah setelah ditemukan dua jenazah dalam satu kantong jenazah.
  • Kondisi Medis: Satu korban asal Tegal dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setelah sempat bertahan dengan luka bakar mencapai 90 persen.
  • Metode Jemput Bola: Tim DVI Polda Sumsel melakukan pendataan langsung ke pihak keluarga untuk mempercepat pengumpulan data antemortem.
  • Pencarian Sungai: Korban kedua yang sempat dinyatakan hanyut di Sungai Musi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian selama empat hari.

Proses identifikasi ini diperkirakan memakan waktu lebih lama dibandingkan prosedur standar karena ketergantungan penuh pada hasil laboratorium DNA. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan keluarga penumpang bus ALS guna memastikan seluruh data pembanding tersedia untuk mempercepat rekonsiliasi jenazah.

Bagikan
Sumber: jpnn.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks