Pencarian

Polda Sumsel Identifikasi 11 Jenazah Tambahan Kecelakaan Bus ALS Melalui Uji DNA

Sabtu, 16 Mei 2026 • 10:51:35 WIB
Polda Sumsel Identifikasi 11 Jenazah Tambahan Kecelakaan Bus ALS Melalui Uji DNA
Tim Pusdokkes Polri melakukan identifikasi 11 jenazah korban kecelakaan Bus ALS melalui uji DNA di Palembang.

SUMATERA SELATAN — Proses identifikasi korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terjadi di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), memasuki fase krusial. Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel mengonfirmasi identitas 11 jenazah baru setelah melalui serangkaian uji forensik kedokteran kepolisian yang ketat.

Penambahan ini mempercepat kepastian bagi keluarga korban yang telah menunggu sejak kecelakaan terjadi pada Rabu (6/5/2026). Hingga saat ini, tim gabungan telah merampungkan identifikasi terhadap 14 jenazah, sementara sisa korban lainnya masih berada dalam tahap analisis laboratorium lanjutan untuk memastikan akurasi data sebelum diserahkan kepada ahli waris.

Tahapan Saintifik: Pencocokan DNA Ante Mortem dan Post Mortem

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan bahwa identifikasi 11 korban ini dilakukan menggunakan metode ilmiah dengan tingkat akurasi tinggi. Tim ahli bekerja melakukan pencocokan antara sampel DNA post mortem yang diambil dari jenazah dengan sampel DNA ante mortem yang diperoleh dari keluarga biologis korban.

"Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar akurat," ujar Sumy Hastry dalam keterangan resminya di Palembang, Jumat (15/5/2026).

Prosedur ini memakan waktu karena tim harus memastikan setiap profil genetik yang ditemukan identik secara medis dan hukum. Saat ini, masih terdapat tiga jenazah lagi yang sedang menjalani proses analisis serupa. Tim DVI Polri berkomitmen untuk terus bekerja maksimal agar seluruh sisa korban dapat segera teridentifikasi dalam waktu dekat.

Daftar 11 Jenazah yang Teridentifikasi Secara Medis

Berdasarkan hasil rekonsiliasi data forensik terbaru, berikut adalah nama-nama korban yang identitasnya telah terverifikasi secara resmi oleh Tim DVI Polri:

  • Aldi Sulistiawan bin Anwarudin
  • Hj. Syamsiah Bachri binti Samaah
  • Zulpan Efendi bin Gusti
  • Agustina Maharani binti Kambali
  • Martoni bin Mardani
  • Aryanto bin Yasin
  • Klinton Wardana Marbun bin Dohar Saut Marbun
  • Bahrul Ulum
  • Syafruddin NST
  • Alif Supriyatin
  • Budiyanto

Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh jenazah yang telah teridentifikasi akan segera dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Polda Sumsel telah menyiapkan skema pendampingan administrasi untuk mempermudah keluarga dalam proses serah terima jenazah dari RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Komitmen Penanganan Humanis dan Keterbukaan Informasi

Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana, menegaskan bahwa penanganan korban kecelakaan Bus ALS ini dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan sisi kemanusiaan. Selain fokus pada aspek teknis medis, kepolisian juga memberikan perhatian pada pendampingan psikologis dan administratif bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegas Rony Samtana.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menjamin transparansi dalam setiap perkembangan informasi. Menurutnya, akurasi data merupakan prioritas utama agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah kepada keluarga. Keterbukaan ini dianggap penting mengingat skala musibah yang melibatkan banyak korban jiwa di jalur utama Sumatera tersebut.

Polda Sumatera Selatan kembali mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara M Hasan. Koordinasi aktif dari pihak keluarga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pengambilan sampel DNA pendukung bagi korban yang saat ini identitasnya masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium.

Bagikan
Sumber: viralsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks