Pencarian

11 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Berhasil Diidentifikasi, Total Jadi 14 Orang

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:59:01 WIB
11 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Berhasil Diidentifikasi, Total Jadi 14 Orang
Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 11 jenazah korban kecelakaan Bus ALS di Muratara melalui metode DNA.

PALEMBANG — Proses identifikasi korban kecelakaan Bus ALS di Jalur Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), terus berlanjut. Hingga Jumat (15/5/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengumumkan 11 jenazah tambahan berhasil dikenali melalui metode pencocokan DNA.

Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah teridentifikasi menjadi 14 jenazah dari keseluruhan korban insiden maut yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) itu. Tim forensik masih bekerja untuk tiga jenazah lain yang masih dalam proses analisis laboratorium lanjutan.

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty, menjelaskan seluruh tahapan dilakukan secara ketat untuk memastikan keakuratan data sebelum diumumkan ke publik.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar akurat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

11 Nama Korban yang Teridentifikasi

Berikut daftar 11 korban yang berhasil dikenali melalui metode DNA forensik:

  • Aldi Sulistiawan bin Anwarudin
  • Hj. Syamsiah Bachri binti Samaah
  • Zulpan Efendi bin Gusti
  • Agustina Maharani binti Kambali
  • Martoni bin Mardani
  • Aryanto bin Yasin
  • Klinton Wardana Marbun bin Dohar Saut Marbun
  • Bahrul Ulum
  • Syafruddin NST
  • Alif Supriyatin
  • Budiyanto

Komitmen Transparansi dan Pendampingan Keluarga

Wakapolda Sumatera Selatan Rony Samtana menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan seluruh proses secara cepat, profesional, dan humanis. “Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, keterbukaan informasi menjadi prioritas dalam penanganan musibah besar ini. Menurutnya, seluruh proses identifikasi dilakukan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum.

“Kami memastikan proses identifikasi berjalan akurat dan terbuka. Selain itu, Polda Sumsel juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pemulangan jenazah berlangsung,” ujarnya.

Posko DVI Masih Dibuka untuk Keluarga Korban

Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden Bus ALS agar segera berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M Hasan. Langkah ini untuk membantu percepatan identifikasi korban yang masih belum diketahui identitasnya.

Pemeriksaan dilakukan melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah dengan sampel DNA ante mortem yang diberikan pihak keluarga biologis korban. Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel terus bekerja maksimal agar seluruh korban dapat segera diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Bagikan
Sumber: viralsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks