Pencarian

OJK dan HIPMI Syariah Perkuat Literasi Keuangan Ratusan UMKM di Palembang

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:01:00 WIB
OJK dan HIPMI Syariah Perkuat Literasi Keuangan Ratusan UMKM di Palembang
OJK Sumsel dan HIPMI Syariah menggelar seminar literasi keuangan syariah untuk UMKM Palembang.

PALEMBANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Sumsel menggelar kolaborasi strategis untuk memperkokoh ketahanan ekonomi lokal. Langkah ini diwujudkan melalui Seminar Keuangan Syariah dan Kewirausahaan bertajuk “Strategi Investasi Syariah dalam Mengamankan Aset UMKM” yang berlangsung di Kantor OJK Sumsel baru-baru ini.

Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi antara regulator dan pelaku usaha untuk membumikan nilai ekonomi syariah di Bumi Sriwijaya. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran ratusan orang yang terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, hingga akademisi yang mencari solusi atas tantangan ekonomi global saat ini.

Program Sultan Muda Mengaji dan Bank Sampah Resmi Meluncur

Selain edukasi keuangan, agenda ini juga menandai peluncuran Program Bank Sampah HIPMI Syariah dan Program Sultan Muda Mengaji. Kedua inisiatif tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pembangunan karakter generasi muda berbasis keberlanjutan lingkungan di Sumatera Selatan.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap inklusi keuangan, dilakukan pula penyerahan simbolis produk tabungan syariah dari Maybank Syariah kepada para peserta. Langkah ini diharapkan memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat kecil dan menengah agar lebih terbiasa dengan instrumen perbankan formal.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah pakar, termasuk Marviarum Eka Ramdiati selaku Sekretaris Umum BPP HIPMI Syariah dan penulis buku keuangan. Diskusi interaktif fokus pada cara UMKM mengelola investasi secara bijak agar tetap tangguh di tengah fluktuasi pasar.

Membangkitkan DNA Saudagar untuk UMKM Berdaya Saing Global

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menekankan bahwa semangat kewirausahaan dalam Islam memiliki fondasi kuat yang sangat relevan dengan model ekonomi modern. Ia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis mereka.

“Islam memiliki DNA saudagar yang kuat, di mana perdagangan, inovasi, dan kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban ekonomi. OJK mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat,” ujar Arifin Susanto.

Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Astri Gani, yang mewakili Ketua Umum, menyatakan bahwa kemampuan adaptasi adalah kunci keberlangsungan usaha. HIPMI berkomitmen terus mendorong inovasi melalui penguatan ekosistem kewirausahaan di daerah.

“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi melalui pengelolaan investasi yang bijak dan berorientasi jangka panjang,” kata Astri Gani.

Bagikan
Sumber: krsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks