MEDAN — Proses identifikasi korban kecelakaan maut bus PT ALS di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tebing Tinggi terus berlanjut. Tim DVI Polda Sumut mengumumkan telah mengidentifikasi 14 jenazah, sehingga total korban tewas kini menjadi 19 orang. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Proses Identifikasi Melalui Sidik Jari dan DNA
Tim DVI menggunakan metode fingerprint dan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas para korban yang kondisi tubuhnya mengalami luka berat akibat benturan keras. Dari 14 jenazah yang teridentifikasi, sebagian besar telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Proses verifikasi data antemortem terus kami lakukan dengan mencocokkan data dari pihak keluarga,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sumut, Kombes Pol drg. Andreas Liliek. Pihaknya masih menunggu sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.
Kronologi Kecelakaan: Bus Oleng dan Masuk ke Parit
Kecelakaan terjadi saat bus ALS bernomor polisi BK 7201 KU melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Diduga sopir kehilangan kendali, bus oleng ke kanan dan masuk ke parit sedalam empat meter di pinggir jalan. Benturan keras membuat bodi bus ringsek dan puluhan penumpang terjepit.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat harus memotong badan bus untuk mengeluarkan korban. Total penumpang yang berada di dalam bus saat kejadian mencapai puluhan orang.
Fakta Singkat Kecelakaan Bus ALS di Sumut
- Lokasi: Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai
- Korban Tewas: 19 orang (14 telah teridentifikasi)
- Kendaraan: Bus ALS BK 7201 KU trayek Medan-Tebing Tinggi
- Penyebab: Diduga sopir hilang kendali, bus masuk parit sedalam 4 meter
- Penanganan: Tim DVI Polda Sumut masih melakukan identifikasi terhadap 5 jenazah lainnya
Penanganan Korban Luka dan Tindak Lanjut
Selain korban tewas, puluhan penumpang lain mengalami luka-luka dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, seperti RSUD Sultan Sulaiman dan RS Bunda Kasih. Pihak PT ALS disebut akan bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan korban luka dan santunan bagi keluarga korban meninggal.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis kendaraan dan human error. Unit Laka Lantas Polres Serdang Bedagai telah memeriksa sopir yang selamat serta saksi mata di lokasi kejadian.