PALEMBANG — Program percontohan ini tidak hanya mengajarkan warga memilah sampah organik dan anorganik, tetapi juga menyediakan jalur pemasaran melalui bank sampah setempat. Dewi Sastrani menegaskan bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai jual dan bisa menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.
Modal Awal: Motor Roda Tiga dan Mesin Pencacah
Untuk mendukung operasional bank sampah perdana di wilayah Sematang Borang ini, Pemkot Palembang melalui TP PKK menyerahkan bantuan peralatan secara simbolis. Bantuan tersebut meliputi kotak sampah terpilah, satu unit motor roda tiga untuk pengangkutan, serta mesin pencacah sampah.
“Sampah yang dipilah dan disetorkan ke bank sampah memiliki nilai jual. Ini dapat membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga,” ujar Dewi Sastrani dalam sambutannya.
Dari Dapur ke Rekening: Cara Kerja Bank Sampah
Dalam pelatihan tersebut, para kader PKK dan pengurus bank sampah diajak mempraktikkan langsung sistem tabungan sampah. Setiap warga yang menyetorkan sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, atau logam akan dicatat dalam buku tabungan. Sampah organik, di sisi lain, bisa diolah menjadi pupuk atau produk bernilai tambah menggunakan mesin pencacah yang baru diberikan.
Dewi menambahkan, langkah sederhana di lingkungan keluarga adalah kunci utama. “Sampah yang dikumpulkan tidak hanya ditabung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.
Srimulya Jadi Role Model Bank Sampah Se-Kecamatan
Camat Sematang Borang, Nur Muhammad Arfan, menyambut baik program ini. Ia menyebut Kelurahan Srimulya sebagai bank sampah pertama di wilayahnya yang menerima bantuan peralatan secara langsung dari TP PKK.
“Kami bersyukur Srimulya menjadi bank sampah pertama yang menerima bantuan peralatan secara langsung. Terima kasih kepada Ketua TP PKK yang telah mempercayakan wilayah kami,” ungkap Arfan.
Ia berharap keberadaan bank sampah ini bisa menjadi motivasi bagi kelurahan lain untuk ikut mengelola sampah secara mandiri. “Kami berharap bank sampah ini dapat dikelola dengan baik dan kegiatan ini benar-benar dipahami serta diterapkan oleh masyarakat,” tutupnya.
Target: Keluarga Sehat, Lingkungan Bersih, Dompet Terisi
Program ini sejalan dengan visi PKK dalam mewujudkan keluarga sehat dan lingkungan yang bersih. Dewi Sastrani memberikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah aktif mendukung kegiatan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Terima kasih kepada seluruh kader PKK atas dukungan dan peran aktifnya dalam menyukseskan program ini,” pungkasnya.