OGAN KOMERING ILIR — Peristiwa langka itu terjadi pada Selasa malam, 19 Mei 2026 lalu. Dalam video yang beredar, dua gajah jantan tampak menyusuri lorong pasar yang sedang sepi. Beruntung, tidak ada aktivitas warga saat itu sehingga insiden berlangsung tanpa korban jiwa maupun kerugian fisik.
Bukan Sekadar Tersesat, Gajah Itu Sedang Migrasi
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumsel, Kemarun Zaman, menjelaskan bahwa kedua gajah tersebut bukan tersesat, melainkan sedang bermigrasi untuk mencari sumber makanan. Habitat alami kawanan gajah ini berada di kawasan Padang Sugihan atau Air Sugihan.
“Mereka hanya melintas. Kini satwa tersebut sudah kembali ke habitat aslinya dengan aman,” ujar Zaman dalam keterangan resminya.
Jalur Migrasi yang Kembali Diingat
Yang menarik, BKSDA menduga pasar tersebut merupakan bagian dari jalur perlintasan lama yang sudah bertahun-tahun tidak dilewati gajah. Ada kemungkinan satwa ini mencoba mengingat rute yang pernah mereka lalui sekitar lima hingga tujuh tahun silam.
Dugaan lain, gajah-gajah itu mencari alternatif jalur karena rute biasanya mengalami kerusakan. Hal ini menjadi catatan penting bagi BKSDA untuk terus memetakan ulang koridor migrasi satwa liar di Sumatera Selatan.
Posko Pemantauan Langsung Diaktifkan
Meski situasi sudah terkendali, pihak berwenang tidak tinggal diam. BKSDA bersama warga setempat mengaktifkan Posko Pagar Rapat untuk pengawasan intensif pergerakan satwa. Tim gabungan yang terdiri dari empat petugas BKSDA dan satu warga lokal disiagakan untuk melakukan mitigasi cepat jika muncul tanda-tanda konflik.
Posko ini telah memiliki dasar hukum resmi melalui Surat Keputusan Camat setempat. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menjaga keamanan warga sekaligus melindungi keberlangsungan hidup satwa dilindungi.
Imbauan BKSDA: Tetap Tenang, Jangan Panik
Kemarun Zaman meminta masyarakat OKI tidak khawatir berlebihan. Selama satu tahun terakhir bertugas di Sumatera Selatan, ia mengaku baru kali ini mendapati laporan gajah masuk ke area pasar.
“Tim lapangan selalu siap siaga memantau jika ada pergerakan gajah yang mendekati pemukiman lagi,” tegasnya.
Hingga saat ini, BKSDA tidak menurunkan tim penanganan khusus karena gajah sudah kembali ke hutan secara mandiri. Satwa tersebut terbukti tidak mengganggu fasilitas umum dan hanya melintas secara pasif di tengah keheningan malam.