PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pihaknya mengerahkan fasilitas kesehatan terbaik dan pendampingan intensif bagi korban kecelakaan bus ALS di Muratara. Tidak hanya perawatan medis, Pemprov Sumsel juga menanggung seluruh kebutuhan keluarga korban selama proses identifikasi dan pemulangan jenazah.
“Kita bantu mulai dari akomodasi, penginapan, hotel, makan dan minum keluarga korban, hingga transportasi yang layak. Kita berikan yang terbaik bagi korban dan keluarga korban,” kata Herman Deru saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Celah Bibir di RS Khusus Mulut dan Gigit (RSKGM), Jumat (22/5/2026).
Fasilitas Lengkap untuk Keluarga Korban
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dr Trisnawarman merinci bantuan yang disiapkan meliputi akomodasi penginapan, konsumsi selama proses pemeriksaan ante mortem dan post mortem, hingga penyediaan peti jenazah dan transportasi pemulangan jenazah ke daerah asal. Bantuan ini diberikan sejak hari pertama kecelakaan dan berlangsung hingga seluruh proses selesai.
“Dinkes Sumsel terus melakukan koordinasi intensif dengan menugaskan delapan dokter dan perawat untuk membantu tim DVI Polda Sumsel dalam proses ante mortem dan post mortem,” ujar Trisnawarman.
Tim Medis dan Kendala Identifikasi Korban
Pemprov Sumsel menurunkan puluhan tenaga medis sejak hari pertama kecelakaan. Rinciannya, 10 dokter dan perawat dari Dinkes Sumsel, 20 personel dari RS Bhayangkara dan Dokkes Polda Sumsel, serta empat orang tim forensik dari RS Polri Pusat. Seluruh biaya perawatan korban ditanggung melalui Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan RS Bhayangkara.
Trisnawarman mengungkapkan kendala terbesar di lokasi adalah sulitnya proses identifikasi karena kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar berat. Meski demikian, pertolongan pertama di lokasi dinilai cukup memadai sebelum korban dirujuk ke spesialis bedah plastik.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Antisipasi Bencana Massal
Dinkes Sumsel terus berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota untuk mitigasi dan persiapan penanganan bencana massal di masa mendatang. Koordinasi dilakukan melalui komunikasi telepon maupun kehadiran langsung tim kesehatan ke Palembang.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes se-Sumsel untuk mitigasi dan persiapan apabila terjadi bencana lainnya,” ujar Trisnawarman.
Imbauan bagi Masyarakat yang Bepergian
Menyusul kecelakaan ini, Trisnawarman mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan saat bepergian. Ia meminta warga menyiapkan data diri lengkap, memilih perjalanan yang memiliki manifes penumpang, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, Dinkes, Jasa Raharja, dan RS Bhayangkara untuk mempercepat penanganan jika terjadi kecelakaan besar serupa.