PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 90 kejadian bencana terjadi di wilayah setempat sepanjang periode 1 Januari hingga 25 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, banjir menjadi yang paling dominan dengan 32 kejadian, disusul angin kencang sebanyak 30 kejadian.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, selama musim hujan tahun ini, pihaknya juga mencatat 14 kejadian tanah longsor, delapan kebakaran permukiman, empat banjir bandang, dan dua kejadian angin puting beliung.
Ogan Ilir Paling Parah, 43.770 Rumah Terendam
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak yakni 16 kejadian. Disusul OKU Selatan sebanyak 12 kejadian, Muara Enim sembilan kejadian, Prabumulih delapan kejadian, dan OKI tujuh kejadian.
Dampak banjir mengakibatkan 43.770 unit rumah terendam. Dari jumlah tersebut, 108 rumah mengalami rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan. Selain itu, banjir juga merusak 15 jembatan.
Fasilitas Umum dan Lahan Pertanian Ikut Terdampak
Bencana yang terjadi selama lima bulan pertama tahun 2026 ini turut berdampak pada 66 fasilitas pendidikan, 39 rumah ibadah, 21 fasilitas kesehatan, dan 26 bangunan lainnya. Lahan pertanian dan perkebunan juga tak luput, dengan total 4.810 hektare sawah dan 1.395 hektare kebun terendam.
“Banjir yang terjadi juga berdampak pada 15 jembatan mengalami kerusakan,” jelas Sudirman.
Ratusan KK Mengungsi, Empat Orang Meninggal
Sudirman menyebut total warga terdampak bencana mencapai 43.708 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, sebanyak 607 KK terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Bencana itu juga mengakibatkan tiga jiwa luka-luka dan empat jiwa meninggal dunia,” ujarnya.