Pencarian

Kimia Farma Balikkan Rugi Jadi Laba Rp123,6 Miliar, Genjot Produk Inovatif dan Efisiensi Biaya

Kamis, 04 Juni 2026 • 12:42:01 WIB
Kimia Farma Balikkan Rugi Jadi Laba Rp123,6 Miliar, Genjot Produk Inovatif dan Efisiensi Biaya
Kimia Farma berhasil membalikkan rugi menjadi laba Rp123,6 miliar melalui efisiensi dan inovasi produk.

SUMATERA SELATAN — Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengungkapkan bahwa strategi penyehatan perusahaan tidak hanya berhenti pada perbaikan laba. Sepanjang 2025, perseroan menjalankan program restrukturisasi keuangan yang berhasil menyusutkan rugi tahun berjalan hingga 63,3 persen, dari Rp1,2 triliun menjadi Rp443,3 miliar.

"Strategi penyehatan ini tidak hanya berhasil membuat perusahaan berbalik dari rugi menjadi laba, namun juga memperkuat ketahanan bisnis KAEF di tengah ketidakpastian makroekonomi global," kata Djagad dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Salah satu pendorong utama adalah efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk. Hasilnya, laba bruto KAEF naik menjadi Rp3,06 triliun dari sebelumnya Rp2,95 triliun. Perusahaan juga memperkuat pengelolaan biaya, baik pada harga pokok produksi maupun biaya operasional.

Tekanan Impor dan Peluang Kemandirian Farmasi

Meski kinerja membaik, Djagad mengingatkan bahwa industri farmasi nasional masih menghadapi tantangan struktural. Lebih dari 95 persen bahan baku farmasi masih berasal dari luar negeri, terutama India dan Cina. Kondisi ini membuat perusahaan rentan terhadap fluktuasi kurs dolar AS, perubahan harga global, dan gangguan rantai pasok internasional.

"Faktor tadi juga kami ingatkan ya, itu (tantangannya) adalah dolar," ucap Djagad. Meski demikian, ia optimistis tren positif bisa dipertahankan hingga akhir tahun. "Kami masih optimistis kalau kami bisa pertahankan tren ini, insyaallah kita bisa biru. Birunya berapa? Masih menghitung ulang," imbuhnya.

Di sisi lain, kenaikan kebutuhan layanan kesehatan, penguatan program pemerintah, dan dorongan terhadap kemandirian industri kesehatan nasional membuka peluang pertumbuhan jangka panjang. Ke depan, KAEF akan terus memperkuat efisiensi biaya, diversifikasi pemasok, serta peningkatan penggunaan bahan baku lokal secara bertahap.

Perubahan Susunan Pengurus di RUPST

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Rabu (3/6), pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus. Salah satunya, penambahan satu anggota Dewan Komisaris, Bonanza Perwira Taihitu. Pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Jasmine Karsono dari jabatan Direktur Portofolio, Produk dan Layanan.

Susunan dewan komisaris kini terdiri dari Stefan Looho sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, serta Diah Kusumawardani, Fachmi Idris, Suprianto, Sumarjati Arjoso, dan Bonanza Perwira Taihitu sebagai anggota. Sementara jajaran direksi dipimpin Djagad Prakasa Dwialam sebagai Direktur Utama, didampingi Willy Meridian (Keuangan dan Manajemen Risiko), Hadi Kardoko (Produksi dan Supply Chain), Disril Revolin Putra (SDM), dan Hanadi Setiarto (Komersial).

Transformasi yang dijalankan Kimia Farma menjadi contoh bagaimana BUMN farmasi dapat beradaptasi di tengah tekanan eksternal. Keberhasilan membalikkan rugi menjadi laba menunjukkan bahwa efisiensi dan inovasi produk menjadi tameng paling efektif menghadapi gejolak ekonomi global.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks