Pencarian

Produksi Padi Sumsel Tembus 2,8 Juta Ton GKG hingga Juli 2026, Target Akhir Tahun 4 Juta Ton

Selasa, 21 Juli 2026 • 12:59:32 WIB
Produksi Padi Sumsel Tembus 2,8 Juta Ton GKG hingga Juli 2026, Target Akhir Tahun 4 Juta Ton
Produksi padi Sumatera Selatan mencapai 2,8 juta ton GKG pada periode Januari hingga Juli 2026, meningkat 108.258 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

PALEMBANG — Angka produksi padi Sumatera Selatan terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Sumsel mencatat, produksi dari Januari hingga Juli 2026 sudah mencapai 2,8 juta ton GKG.

Jumlah itu bertambah 108.258 ton GKG jika dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kepala Dinas PTPH Sumsel Bambang Pramono mengatakan capaian ini menjadi modal kuat untuk mengejar target produksi tahun ini.

"Hingga kini produksi padi daerah ini mencapai 2,8 juta ton, meningkat 108.258 ton dibandingkan periode yang sama pada 2025," kata Bambang di Palembang, Senin.

Target 4 Juta Ton di Ujung Tahun

Pemerintah provinsi memasang target produksi padi 2026 sebesar 4 juta ton GKG. Angka itu naik signifikan dari realisasi 2025 yang mencapai 3,69 juta ton GKG. Pada tahun lalu, produksi padi Sumsel tercatat meningkat sekitar 700 ribu ton GKG dibanding tahun sebelumnya.

Bambang menjelaskan, tren produksi padi di 17 kabupaten dan kota di Sumsel terus membaik. Namun, ia mengingatkan semester kedua penuh tantangan karena ancaman musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Untuk menjaga produksi tetap optimal, pihaknya mendorong petani melakukan berbagai kegiatan yang dapat mengoptimalkan hasil sawah. Selain itu, petani juga diimbau melakukan tindakan antisipasi terhadap ancaman kekeringan.

Ancaman El Nino dan Instruksi Gubernur

Gubernur Sumsel Herman Deru telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mengoptimalkan jaringan irigasi dan pompanisasi di kawasan persawahan. Langkah ini diambil agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi saat musim kemarau tiba.

"Saya meminta jajaran terkait serta bupati dan wali kota untuk mengoptimalkan seluruh saluran irigasi dan pompanisasi di kawasan persawahan agar pasokan air tetap terjaga, sehingga target produksi gabah tahun ini bisa tercapai," ujar Herman Deru.

Bambang menambahkan, jika luas sawah yang mengalami kekeringan dan gagal panen tidak bisa dikendalikan, maka produksi padi semester kedua berpotensi terganggu. Oleh karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini.

Dampak bagi Harga Beras di Pasar Tradisional

Peningkatan produksi padi di Sumsel berpotensi menjaga stabilitas harga beras di pasar tradisional. Sumsel merupakan salah satu lumbung padi nasional, sehingga pasokan yang melimpah biasanya menekan harga di tingkat petani maupun konsumen.

Namun, jika produksi semester kedua terganggu akibat El Nino, harga beras di Sumsel berpotensi mengalami tekanan. Pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan cuaca dan memastikan pasokan air ke sawah tetap lancar.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks