SUMATERA SELATAN — Pramono mendorong para pejabat pusat merasakan langsung pengalaman naik bus TransJakarta dan TransJabodetabek. Ia menyebut tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai 93 persen, tetapi jumlah warga yang rutin menggunakannya masih di bawah 30 persen.
"Kami ingin mengundang Bapak-Ibu sekalian yang belum pernah naik TransJakarta, TransJabodetabek, harus dicoba dan tidak kalah dengan negara-negara besar di mana pun," kata Pramono dalam acara yang dihadiri Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tarif Rp 3.500 dan Target Kenaikan Pengguna
Pramono memaparkan, tarif terjangkau menjadi daya tarik utama untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Ia mencontohkan, tarif TransJabodetabek dari Bogor ke Blok M hanya Rp 3.500, demikian pula dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta dan kawasan PIK 2.
Saat ini sudah tersedia 14 rute TransJabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. Pramono menargetkan angka pengguna rutin bisa naik di atas 30 persen dari posisi saat ini yang stagnan di kisaran 28 persen.
Konektivitas Tinggi, Utilisasi Rendah
Angka konektivitas 93 persen menunjukkan secara infrastruktur, Jakarta sudah sangat mumpuni. Namun, kebiasaan warga menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi tantangan utama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi dan perbaikan layanan agar transportasi umum menjadi pilihan utama.
Menurut Pramono, pengembangan layanan TransJabodetabek juga bagian dari upaya memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. "Karena itulah menjadi tekad kami termasuk di dalamnya adalah memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak," ujarnya.
Undangan Langsung ke Enam Menteri
Ajakan Pramono disampaikan langsung di hadapan para menteri dan Kapolri seusai penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak. Momen ini dijadikan Pramono untuk menunjukkan langsung capaian transportasi publik Jakarta.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi jadwal pasti kapan para menteri dan Kapolri akan memenuhi undangan tersebut. Namun, Pramono optimistis pengalaman langsung para pejabat pusat bisa mendorong dukungan kebijakan untuk pengembangan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya.