Pencarian

Sumsel Optimalkan Irigasi dan Sumur Bor Hadapi Kemarau, Gubernur Instruksikan Bupati Prioritaskan Anggaran Pengairan

Selasa, 21 Juli 2026 • 12:24:31 WIB
Sumsel Optimalkan Irigasi dan Sumur Bor Hadapi Kemarau, Gubernur Instruksikan Bupati Prioritaskan Anggaran Pengairan
Gubernur Sumatera Selatan memeriksa jaringan irigasi teknis di kawasan persawahan untuk mengantisipasi musim kemarau.

PALEMBANG — Sumatera Selatan mulai merancang strategi menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan menekan produksi pangan. Gubernur Herman Deru memerintahkan jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk segera memastikan seluruh infrastruktur pengairan berfungsi maksimal, termasuk jaringan irigasi teknis dan pompa air tanah.

Instruksi Langsung dari Rapat Nasional

Kebijakan ini muncul setelah rapat koordinasi yang digelar bersama Presiden RI. Dalam forum tersebut, pemerintah pusat meminta daerah untuk bergerak cepat mengantisipasi dampak perubahan iklim yang mulai terasa dengan berkurangnya curah hujan di beberapa wilayah.

"Optimalkan jaringan irigasi yang sudah ada. Apabila diperlukan, manfaatkan irigasi air tanah melalui pengeboran sumur," ujar Herman Deru di Palembang, Senin.

Sumur Bor Jadi Investasi Jangka Pendek

Gubernur secara khusus meminta para kepala daerah tidak ragu mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sumur bor. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas tersebut sebanding dengan risiko gagal panen jika lahan kekeringan.

"Besaran biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas sumur bor akan jauh lebih bermanfaat dan sebanding jika mampu menjaga hasil panen tetap tinggi," kata Deru.

Langkah ini dinilai lebih realistis ketimbang hanya mengandalkan irigasi permukaan yang debit airnya terus menurun saat kemarau panjang.

Pengawasan Produksi Gabah Diperketat

Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap hasil panen. Gubernur menginstruksikan agar setiap kabupaten dan kota memastikan produksi gabah serta komoditas pangan lainnya tidak merosot meskipun curah hujan mulai berkurang.

Pemeliharaan lahan pertanian harus berjalan optimal di seluruh kawasan persawahan, terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan Sumsel.

Koordinasi antara Dinas Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai, dan pemerintah kecamatan menjadi kunci agar distribusi air bisa merata hingga ke petak sawah paling ujung.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks