Pencarian

PAMA dan OIKN Tanam 15 Hektare Pohon di IKN, Targetkan Hutan Rimbun dalam 15 Tahun

Sabtu, 06 Juni 2026 • 01:27:32 WIB
PAMA dan OIKN Tanam 15 Hektare Pohon di IKN, Targetkan Hutan Rimbun dalam 15 Tahun
Kegiatan penanaman 15 hektare pohon di IKN melibatkan berbagai kelompok masyarakat dan sektor swasta.

SUMATERA SELATAN — Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa aksi tanam pohon tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. "Kita ingin menjadikan penanaman pohon sebagai lifestyle. Saat ini hampir semua pengunjung yang datang ke IKN ingin ikut menanam pohon," ujarnya di lokasi.

Basuki mengungkapkan, OIKN telah menyiapkan lebih dari 16 hektare area tanam yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat—mulai dari diaspora, HIPMI, Kadin, hingga organisasi keagamaan. "Semua orang kalau liburan Nataru, liburan Iduladha, Idulfitri, itu pengennya menanam pohon. Lumayan, ada 150 orang, ada 70 orang, ada 200 orang itu nanam, kita siapin tanahnya," imbuhnya.

Rewilding dan Fokus pada Spesies Lokal

Menurut Basuki, upaya penghijauan ini merupakan bagian dari konsep rewilding, yakni mengembalikan kawasan menjadi habitat alami. "Kalau kita mulai menanam sekarang, 15 tahun lagi kawasan ini bisa menjadi hutan yang rimbun. Karena itu yang saya lakukan adalah terus menanam, menanam, dan menanam," katanya.

Jenis pohon yang ditanam difokuskan pada spesies lokal Kalimantan seperti ulin, pelawan, nyamplung, tanjung, pule, dan beringin. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan yang menjadi karakteristik IKN.

PAMA Eco Edu Forest: Lebih dari Sekadar Hutan Kota

Perwakilan Manajemen PAMA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dari program PAMA Eco Edu Forest. "Komitmen ini dirancang tidak hanya sebagai upaya menciptakan kawasan hijau, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan laboratorium alam bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang di IKN," ungkapnya.

PAMA juga melengkapi kawasan tersebut dengan mini nursery sebagai pusat pembibitan tanaman untuk mendukung rehabilitasi dan penghijauan. Perusahaan berkomitmen menjalankan program edukasi terkait keanekaragaman hayati, konservasi habitat, dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Dukungan Akademisi dan Pemerintah

Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mendukung pembangunan IKN sebagai kota hutan berkelanjutan. UGM memiliki pengalaman panjang dalam rehabilitasi hutan melalui pengelolaan kawasan Wanagama yang menjadi laboratorium hidup bagi pendidikan dan penelitian. "Kami mendukung penuh terwujudnya konsep Forest City di IKN. Wanagama Nusantara diharapkan menjadi kawasan yang mampu menjaga tata air dan mendukung pertumbuhan vegetasi secara berkelanjutan," ucap Ova.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan, Zainal Arifin, menyebut Persemaian Mentawir dengan luas 120 hektare akan terus mendukung penyediaan bibit endemik. Saat ini kapasitas produksi baru mencapai 2 juta bibit per tahun dari kapasitas maksimal 15 juta bibit, karena keterbatasan anggaran. "Kata kuncinya adalah kolaborasi. Seluruh pihak perlu bekerja sama, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta untuk membangun kembali ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan di IKN," ungkap Zainal.

Ia membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta, termasuk PAMA, untuk meningkatkan kapasitas produksi bibit. "Yang terpenting, kerja sama ini bukan untuk tujuan komersial. Produksi bibit digunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan pemulihan lingkungan di kawasan IKN," tegasnya.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks