PALEMBANG — Kenaikan harga karet di Sumatera Selatan terjadi secara bertahap dan mulai terasa sejak pekan terakhir Mei 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, harga karet KKK 100 persen kini mencapai Rp 41.354 per kilogram, sementara KKK 70 persen dihargai Rp 28.948 per kilogram. Untuk KKK 60 persen berada di angka Rp 24.812 per kilogram, KKK 50 persen Rp 20.677 per kilogram, KKK 40 persen Rp 16.542 per kilogram, dan KKK 30 persen Rp 12.406 per kilogram.
Petani Karet Kembali Tersenyum Setelah Harga Terjun Bebas
Kondisi ini langsung disambut antusias oleh para pekebun karet di berbagai kabupaten seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan OKU Timur. Rudi Arpian menyebutkan bahwa petani cukup gembira karena harga yang sebelumnya anjlok kini perlahan merangkak naik.
"Kalo karet saat ini petani cukup gembira, karena selama ini harganya turun, sekarang sucah cukup alami kenaikan, bahan kadar karet kering 100 persen sudah mencapai 40.000 rupiah," kata Rudi Arpian.
Koreksi Pasar Global Terjadi, Tapi Harga Masih Bertahan
Meski di pekan pertama Juni 2026 harga karet global mengalami koreksi setelah reli tajam beberapa hari sebelumnya, harga KKK 100 persen di tingkat petani Sumsel masih bertahan kuat di atas level Rp 41.000 per kilogram. Koreksi tersebut dinilai sebagai bagian dari konsolidasi pasar yang wajar setelah penguatan yang cukup ekstrem.
Jika dibandingkan dengan awal Mei lalu, posisi harga saat ini masih jauh lebih tinggi. Tren positif ini diharapkan bisa berlangsung setidaknya hingga beberapa pekan ke depan sehingga petani bisa menikmati margin yang lebih baik.
Peringatan untuk Petani: Jangan Korbankan Kualitas Demi Kuantitas
Di tengah euforia kenaikan harga, Rudi Arpian justru mengingatkan para petani untuk tidak lengah. Ia meminta agar petani tetap konsisten menjaga mutu dan kualitas karet yang dihasilkan. Pasalnya, harga tinggi kerap diikuti dengan praktik pengolahan yang asal-asalan demi mengejar volume produksi.
"Kualitas karet Sumsel harus dijaga. Jangan sampai harga naik, justru kualitas turun. Ini akan merugikan kita semua dalam jangka panjang," tegasnya.
APKI Sumsel terus mendorong petani untuk menggunakan bahan penggumpal yang tepat, menjaga kebersihan lateks, serta memastikan kadar karet kering sesuai standar. Langkah ini penting agar karet asal Sumsel tetap kompetitif di pasar global dan tidak kalah saing dengan produk dari negara tetangga.