Pencarian

Pemerintah Suntik Subsidi Rp 2.000 per Kg Kedelai, Bulog Distribusikan 250.000 Ton untuk Perajin Tempe

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:18:31 WIB
Pemerintah Suntik Subsidi Rp 2.000 per Kg Kedelai, Bulog Distribusikan 250.000 Ton untuk Perajin Tempe
Bulog mulai distribusikan 250.000 ton kedelai subsidi kepada perajin tempe di Indonesia.

SUMATERA SELATAN — Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, keputusan subsidi ini lahir dari rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pemerintah melihat para perajin tempe mulai kewalahan menanggung beban produksi yang terus membengkak.

"Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kita membantu para perajin tempe," ujar Budi di Bogor, Jumat (12/6/2026).

Menurut Budi, tekanan harga kedelai berasal dari dua sisi sekaligus. Pertama, konflik geopolitik global yang mengganggu rantai pasok komoditas pangan dunia. Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat biaya impor semakin mahal.

Indonesia masih sangat bergantung pada kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, setiap fluktuasi harga global dan nilai tukar langsung terasa di tingkat perajin tahu dan tempe.

Subsidi Bulog Jadi Penyangga Agar Tempe Tak Meroket

Pemerintah memilih Bulog sebagai saluran distribusi subsidi. Tahap awal, sebanyak 250.000 ton kedelai impor akan disalurkan dengan harga yang sudah dipotong Rp 2.000 per kilogram.

Intervensi ini dinilai penting karena tempe merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat Indonesia. Jika harga bahan baku terus naik tanpa adanya dukungan, perajin terpaksa mengurangi produksi atau menaikkan harga jual produk.

"Ini tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global, karena perang, sehingga nanti perajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang," kata Budi.

Mengantisipasi Pelemahan Rupiah Lebih Dalam

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyebutkan, hampir seluruh kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada pasokan luar negeri. Kondisi ini membuat harga domestik sangat rentan terhadap gejolak nilai tukar dan perubahan harga global.

Pemerintah mengantisipasi potensi tekanan yang lebih besar apabila rupiah kembali melemah dalam beberapa bulan mendatang. Subsidi kedelai diharapkan menjadi bantalan agar kenaikan biaya produksi tidak sepenuhnya dibebankan kepada pelaku usaha maupun konsumen akhir.

Dengan subsidi ini, harga tempe di pasaran diharapkan tetap stabil meskipun harga kedelai global masih bergerak naik. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah siap turun tangan langsung ketika komoditas strategis mulai terancam gejolak eksternal.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks