PALEMBANG — Transformasi digital di sektor pariwisata Palembang mulai menunjukkan arah yang jelas. Pemkot tidak lagi hanya mengandalkan ikon Jembatan Ampera atau kuliner pempek sebagai daya tarik tunggal, melainkan mengintegrasikan teknologi ke dalam pengalaman wisatawan.
Platform Digital untuk Promosi dan Layanan Wisata
Salah satu wujud nyata dari program ini adalah pengembangan platform digital yang menyatukan informasi destinasi, akomodasi, hingga transportasi dalam satu genggaman. Wisatawan kini bisa merencanakan perjalanan ke Benteng Kuto Besak atau kawasan Sungai Musi hanya melalui aplikasi.
Pemkot juga mendorong pelaku UMKM di sektor kuliner dan suvenir untuk masuk ke pasar digital. Langkah ini dinilai strategis untuk menjangkau wisatawan yang semakin bergantung pada ulasan online dan pemesanan daring.
Target 3 Juta Wisatawan dan Dampak Ekonomi
Dengan digitalisasi, Pemkot Palembang memasang target ambisius: 3 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026. Angka ini naik signifikan dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berkisar 1,5 juta hingga 2 juta kunjungan.
Peningkatan kunjungan diyakini akan mengerek pendapatan sektor pariwisata dan membuka lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda yang melek teknologi. Hotel, restoran, dan transportasi lokal diproyeksikan menjadi sektor yang paling merasakan dampaknya.
Bagaimana Digitalisasi Mengubah Pengalaman Wisatawan?
Perubahan paling terasa ada pada kemudahan akses informasi. Jika dulu wisatawan harus mencari peta fisik atau bertanya ke penduduk lokal, kini semua tersaji di layar ponsel. Tiket masuk objek wisata, pemandu virtual, hingga rekomendasi kuliner bisa diakses secara real-time.
Pemkot juga mulai mengintegrasikan sistem pembayaran non-tunai di sejumlah destinasi. Langkah ini memudahkan wisatawan dari luar daerah yang tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meski optimistis, Pemkot mengakui masih ada pekerjaan rumah. Konektivitas internet di beberapa titik wisata tepian Sungai Musi belum merata. Selain itu, literasi digital sebagian pelaku UMKM masih perlu ditingkatkan.
Ke depan, Pemkot berencana menggandeng universitas dan komunitas teknologi untuk mengadakan pelatihan. Tujuannya, agar seluruh ekosistem pariwisata Palembang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.