OGAN ILIR — Aipda Hans Berlian bukan sekadar anggota Polri biasa. Di medan karhutla yang kerap melanda Kecamatan Indralaya dan sekitarnya, ia adalah garda terdepan. Rekan-rekannya di Polres Ogan Ilir mengenangnya sebagai sosok yang tak pernah surut saat berhadapan langsung dengan kobaran api di hamparan lahan gambut yang rawan terbakar.
Dedikasi di Tengah Ancaman Karhutla
Di wilayah dengan lahan gambut yang mudah terbakar, Aipda Hans menjadi salah satu personel paling aktif dalam tim gabungan. Ia turun ke lapangan bersama BPBD dan Manggala Agni, menjinakkan titik-titik api yang mengancam pemukiman dan lahan warga.
Bagi rekan-rekannya, Hans bukan hanya rekan kerja. Ia adalah pahlawan yang tidak pernah mundur. Semangat juangnya luar biasa, meskipun di balik itu ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan selalu tersenyum.
Kapolres Datangi Rumah Duka
Kabar duka ini langsung mendapat perhatian penuh dari Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., M.H. Ia bersama para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Ogan Ilir mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Kedatangan pimpinan itu sekaligus untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Di mata pimpinan dan rekan sejawat, Aipda Hans adalah anggota Polri dengan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab tinggi terhadap pelaksanaan tugas.
Polisi Humanis yang Dicintai Masyarakat
Keramahan dan kepedulian Aipda Hans terhadap masyarakat menjadikannya sosok yang dicintai dan dihormati banyak orang, khususnya warga Indralaya. Ia selalu hadir sebagai polisi yang humanis dan dekat dengan rakyat.
Kepergian 'Sang Pengendali Api' ini meninggalkan kesan yang mendalam. Polres Ogan Ilir kehilangan salah satu personel terbaik yang tak hanya piawai dalam tugas pengendalian karhutla, tetapi juga menjadi teladan dalam pengabdian kepada masyarakat.