PRABUMULIH — Daya tampung justru lebih besar dari jumlah peminat. Itulah gambaran pelaksanaan seleksi jalur prestasi di SMAN 6 Prabumulih tahun ajaran 2026/2027. Berdasarkan data yang dihimpun, hanya sekitar 20 hingga 30 calon siswa yang mendaftar melalui jalur tersebut, Selasa (23/6).
Jumlah itu kontras dengan sekolah-sekolah favorit di Kota Prabumulih yang pendaftar jalur prestasinya bisa menembus angka ratusan orang. Kepala SMAN 6 Prabumulih, Abdul Hadi, S.Pd., M.Si., menyebutkan bahwa proses seleksi tetap berjalan sesuai prosedur meskipun pesertanya minim.
“Jumlahnya memang tidak banyak, hanya sekitar 20 sampai 30 orang. Namun tetap kami lakukan tes sesuai prosedur, bahkan kemungkinan besar seluruh pendaftar bisa tertampung,” ujar Abdul Hadi.
Lokasi Pinggiran Kota dan Reputasi Sekolah Jadi Penghambat
Abdul Hadi mengakui bahwa faktor lokasi menjadi kendala utama. SMAN 6 berada di kawasan pinggiran Kota Prabumulih, sementara sebagian besar orang tua dan siswa cenderung memilih sekolah yang terletak di pusat kota atau yang sudah lama memiliki reputasi unggulan.
Kondisi ini membuat persaingan di jalur prestasi SMAN 6 nyaris tidak ada. Alih-alih menyaring, pihak sekolah justru lebih fokus pada upaya menjaring calon siswa agar kuota kelas terpenuhi.
Jalur Domisili Masih Jadi Andalan, Jumlahnya Menurun
Meski jalur prestasi sepi, jalur domisili tetap menjadi penyumbang utama pendaftar di SMAN 6 Prabumulih. Tercatat sementara sekitar 270 calon siswa telah mendaftar melalui jalur tersebut. Angka ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 288 pendaftar.
Penurunan jumlah pendaftar jalur domisili ini turut menjadi perhatian pihak sekolah. Meski belum diketahui pasti penyebabnya, Abdul Hadi menduga persaingan antar sekolah menengah atas di Prabumulih semakin ketat dari tahun ke tahun.
Langkah Pembenahan untuk Bersaing
Menghadapi tantangan ini, pihak SMAN 6 Prabumulih tidak tinggal diam. Abdul Hadi menyebut sejumlah langkah pembenahan tengah dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan sarana dan prasarana, hingga peningkatan layanan pendidikan bagi siswa.
“Kami terus berbenah agar sekolah ini bisa bersaing dengan institusi pendidikan lain di Kota Prabumulih,” tegasnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap SMAN 6 dalam jangka panjang, terutama pada penerimaan siswa baru di tahun-tahun mendatang.