Pencarian

Anthropic Rilis Claude Science, AI Workbench untuk Peneliti Bisa Akses 60 Database dan Cek Fakta Otomatis

Rabu, 01 Juli 2026 • 11:17:31 WIB
Anthropic Rilis Claude Science, AI Workbench untuk Peneliti Bisa Akses 60 Database dan Cek Fakta Otomatis
Peluncuran Claude Science oleh Anthropic menyediakan AI workbench terintegrasi untuk riset ilmiah.

SUMATERA SELATAN — Anthropic resmi meluncurkan Claude Science pada Selasa (17/6/2025) dalam sebuah AI for Science briefing. Workbench ini dirancang sebagai satu atap bagi peneliti untuk mengerjakan riset komputasi, mulai dari pencarian literatur, analisis data, hingga pembuatan grafik dan figur. "Claude Science bukan model AI baru dan bukan model yang lebih mampu untuk biologi. Ia menjalankan model Claude yang sama yang sudah tersedia untuk semua orang saat ini (termasuk Claude Opus 4.8), tanpa akses khusus dan tanpa gating," jelas Anthropic dalam pernyataan resminya.

Fitur Unggulan: Asisten Manajer, Toolkit Sains, dan Pemeriksa Fakta

Cara kerja Claude Science bisa dibilang unik. Satu asisten AI utama bertindak sebagai manajer proyek yang terhubung ke lebih dari 60 database ilmiah. Asisten ini dilengkapi toolkit bawaan untuk bidang spesifik seperti genomik, struktur protein, dan kimia.

Dari sini, asisten utama bisa membuat sub-asisten untuk membagi pekerjaan, mirip seperti pemimpin proyek yang mendelegasikan tugas ke spesialis. Pengguna juga bisa menyerahkan pekerjaan ke asisten "ahli" kustom yang sudah mereka bangun sendiri. Setelah itu, AI pemeriksa fakta terpisah akan mengecek ulang kutipan dan perhitungan sebelum hasilnya dipublikasikan.

Fitur pemeriksaan fakta ini krusial. Makin banyak tulisan berbantuan AI, makin sering kutipan palsu dan statistik yang tak terverifikasi menyusup ke makalah ilmiah. Meski begitu, perlu dicatat bahwa AI pemeriksa ini masih menggunakan model dasar yang sama untuk memeriksa dirinya sendiri, bukan sumber kebenaran independen.

Reprodusibilitas Jadi Prioritas: Kode, Lingkungan, dan Riwayat Chat Disertakan

Salah satu masalah besar dalam riset ilmiah adalah reprodusibilitas — apakah eksperimen bisa diulang dan menghasilkan hasil yang sama. Claude Science mengatasinya dengan cara yang cukup sistematis. Setiap figur yang dihasilkan, seperti struktur protein 3D atau diagram kimia, disertai kode dan lingkungan yang tepat untuk membuatnya.

Menurut Anthropic, setiap figur mencakup "kode dan lingkungan yang tepat yang menghasilkannya, deskripsi bahasa sederhana tentang cara pembuatannya, dan riwayat pesan lengkap." Proses ini juga menghemat waktu karena peneliti bisa mengedit figur langsung dengan bahasa alami, dan AI akan mengedit kode di belakangnya secara otomatis.

Keunggulan lain: Claude Science bisa berjalan di infrastruktur laboratorium sendiri, bukan mengirim data ke server Anthropic. Ini penting untuk peneliti yang bekerja dengan data sensitif atau terikat regulasi.

Hasil Nyata dari Pengguna Awal: Analisis Genomik Jadi Lebih Cepat

Beberapa institusi riset sudah mulai memanfaatkan Claude Science. Jérôme Lecoq, neuroscientist dari Allen Institute, menggunakan alat ini untuk membangun pipeline review komputasional multi-agen. Sementara itu, kelompok riset Stephen Francis di UCSF Brain Tumor Center mengandalkan Claude Science untuk mempercepat analisis germline komprehensif pada glioma — dari yang biasanya memakan waktu lama menjadi hanya sebagian kecil dari waktu sebelumnya. Hasilnya telah divalidasi secara independen.

Peta Kompetisi: Tiga Strategi Berbeda Berebut Pasar Riset Ilmiah

Peluncuran Claude Science terjadi beberapa bulan setelah OpenAI merilis GPT-Rosalind pada April 2025, model khusus yang disetel untuk penalaran biologi. Bedanya, Rosalind hanya tersedia sebagai pratinjau riset untuk pelanggan enterprise tertentu di AS, dengan mitra awal seperti Amgen, Allen Institute, Moderna, Thermo Fisher, dan Novo Nordisk.

Sementara itu, Google DeepMind bermain di level berbeda. Mereka memiliki model sains fundamental seperti AlphaFold dan AlphaGenome, yang hanya bisa dipanggil sebagai alat oleh Anthropic dan OpenAI. Platform Gemini for Science menggabungkan model-model tersebut dengan lebih dari 30 database ilmu hayati dalam satu set keterampilan.

Ketiga strategi distribusi ini kini bersaing di pasar riset ilmiah yang sama: Anthropic memilih akses luas dengan langganan, OpenAI bersikap sempit dan terbatas enterprise, sementara Google mengandalkan model proprietary yang tak dimiliki siapa pun. Hasil dari persaingan ini bisa menjadi sinyal awal bagaimana vendor AI akan bersaing di vertikal khusus lainnya seperti hukum, keuangan, dan teknik di masa depan.

Harga dan Ketersediaan: Beta untuk Semua Pelanggan Berbayar

Claude Science tersedia dalam versi beta untuk semua pengguna langganan Pro, Max, Team, dan Enterprise. Anthropic juga mengumumkan program dukungan untuk proyek postdoctoral dan graduate, dengan hingga 50 proyek dan kredit hingga USD 30.000 (sekitar Rp 495 juta). Aplikasi dibuka hingga 15 Juli 2026.

Dengan Novo Nordisk dan Allen Institute sebagai studi kasus, jelas bahwa organisasi farmasi dan riset sudah mulai bekerja dengan beberapa vendor AI sekaligus. Bagi peneliti Indonesia yang ingin mencoba, langganan Pro bisa menjadi pintu masuk termurah untuk mengakses workbench ini — asalkan sudah terbiasa dengan ekosistem Claude.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks