Pencarian

31 Warga Musi Banyuasin Berangkat Jadi Pekerja Migran Lewat Jalur Resmi, 28 di Antaranya Perempuan

Sabtu, 04 Juli 2026 • 11:54:01 WIB
31 Warga Musi Banyuasin Berangkat Jadi Pekerja Migran Lewat Jalur Resmi, 28 di Antaranya Perempuan
warga Musi Banyuasin resmi berangkat sebagai pekerja migran dengan 28 di antaranya perempuan.

SEKAYU — Minat warga Musi Banyuasin untuk bekerja di luar negeri menunjukkan tren positif dan terstruktur secara administratif. Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, menyebutkan seluruh pemberangkatan telah melalui verifikasi dokumen ketat dan menggunakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang resmi terdaftar.

Taiwan Jadi Tujuan Utama, Sektor Informal Mendominasi

Secara rinci, Taiwan menjadi negara tujuan terbanyak dengan 10 pekerja, disusul Malaysia sembilan orang, Singapura dan Hongkong masing-masing lima orang, serta Turki dua orang. Dari segi jenis pekerjaan, sektor informal seperti pengasuh dan asisten rumah tangga masih mendominasi dengan 24 pekerja. Sisanya, tujuh orang, terserap di sektor formal seperti manufaktur, perhotelan, perkebunan, hingga terapis.

“Seluruh data ini bergerak dinamis secara legal dan transparan di dalam sistem. Kami memastikan setiap warga yang berangkat telah melalui tahapan yang benar,” ujar Herryandi, Sabtu (4/7/2026).

Pemkab Muba Perketat Pengawasan Berlapis

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan bahwa tata kelola pekerja migran wajib tunduk pada sistem perlindungan berlapis yang diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Regulasi ini diperkuat pascatransformasi kelembagaan dengan hadirnya Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Herryandi menambahkan, pihaknya membangun kolaborasi erat mulai dari kepala desa, camat, hingga P3MI resmi. “Melalui komunikasi dan kerja bersama, pengawasan dan perlindungan bagi pekerja migran asal Muba dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Bupati Muba: Jangan Tergiur Tawaran Gaji Besar yang Tidak Rasional

Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan warganya. Ia mengajak masyarakat saling mengingatkan agar tidak mudah tergiur tawaran gaji besar yang tidak rasional, janji tiket gratis, atau kemudahan keberangkatan instan tanpa dokumen jelas.

“Langkah yang tidak prosedural sangat berisiko tinggi dan dapat menjebak warga dalam praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang atau menjadi korban pekerja judi online dan scam,” ujar Bupati. Ia berharap masyarakat selalu memastikan proses administrasi melalui jalur resmi di Disnakertrans Muba demi kenyamanan bekerja dan mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat yang aman.

Pesan Moral untuk Pekerja Migran Asal Bumi Serasan Sekate

Pemkab Muba juga menitipkan pesan kepada para pekerja migran yang sedang maupun akan berangkat agar selalu menjaga niat dan integritas selama bekerja di luar negeri. Seluruh proses penempatan dan pengawasan mengacu pada sederet regulasi mutakhir yang menjamin perlindungan aspek hukum, ekonomi, dan sosial sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Bagikan
Sumber: halosumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks