Pencarian

6 Oleh-Oleh Khas Sumatera Selatan yang Pasti Disukai, Lengkap dengan Kisaran Harga

Minggu, 05 Juli 2026 • 23:24:31 WIB
6 Oleh-Oleh Khas Sumatera Selatan yang Pasti Disukai, Lengkap dengan Kisaran Harga
Pempek Lencam dan Kerupuk Kemplang menjadi oleh-oleh khas Palembang dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau.

Di Palembang, tradisi membawa buah tangan untuk keluarga dan kolega sudah mengakar. Bukan sekadar oleh-oleh biasa, setiap item yang dipilih biasanya mewakili identitas daerah. Pempek misalnya, sudah menjadi duta kuliner yang tak pernah gagal. Tapi selain pempek, ada beberapa produk lain yang daya tahannya lebih panjang dan tetap otentik.

Artikel ini menyusun enam rekomendasi berdasarkan pengalaman langsung berburu oleh-oleh di Pasar 16 Ilir dan beberapa pusat oleh-oleh di kawasan Jakabaring. Semua produk yang disebut sudah teruji rasa dan kualitasnya oleh warga lokal.

1. Pempek Lencam dan Kerupuk Kemplang

Pempek memang juara. Tapi untuk oleh-oleh, pilih yang sudah digoreng setengah matang atau beku. Pempek Lencam asli Palembang menggunakan daging ikan giling segar, bukan surimi. Teksturnya kenyal, tidak lembek saat digoreng ulang di rumah.

Harga pempek beku bervariasi. Satu kilogram pempek kapal selam atau lenjer dihargai Rp60.000 hingga Rp85.000 tergantung kualitas ikan. Kerupuk kemplang panggang juga wajib dibawa. Satu toples kemplang ukuran besar dijual Rp35.000 sampai Rp50.000. Cari merek "Pempek Candy" atau "Pempek Beringin" di Jalan Merdeka, kualitasnya sudah teruji puluhan tahun.

2. Kain Songket Palembang

Songket bukan sekadar kain. Setiap helai mengandung filosofi dan dikerjakan secara manual dengan benang emas atau perak. Motif lepus, nampan, atau bungo cino adalah yang paling dicari. Pusat penjualan terbesar ada di Kampung Songket 30 Ilir dan sentra kerajinan di Tangga Buntung.

Songket asli tenun tangan dibanderol mulai Rp500.000 hingga Rp2,5 juta per lembar, tergantung kerumitan motif dan jenis benang. Songket cetak mesin lebih murah, Rp150.000 sampai Rp300.000, tapi nilai seninya berbeda. Pastikan Anda meminta sertifikat keaslian jika membeli untuk koleksi.

3. Kopi Robusta Khas Pagaralam

Dataran tinggi Pagaralam di lereng Gunung Dempo menghasilkan kopi robusta dengan karakter unik. Body-nya pekat, kadar asam rendah, dan aftertaste rempah yang khas. Petani kopi di Desa Dempo Makmur dan sekitarnya masih memproses kopi secara semi-wash, memberikan profil rasa yang lebih bersih dibanding robusta pada umumnya.

Kopi bubuk atau green bean dijual di toko oleh-oleh sekitar Simpang Polda atau Pasar Pagi. Harga per kilogram Rp60.000 hingga Rp90.000 untuk robusta premium. Merek "Kopi Dempo" dan "Kopi Gunung Tiga" mudah ditemukan. Jangan lupa bawa juga gula aren cair khas Palembang sebagai pendamping.

4. Getuk Lindri dan Kue Bolu Kojo

Getuk lindri Palembang berbeda dari getuk Jawa. Teksturnya lebih padat, berbahan singkong kukus yang dicampur kelapa parut dan gula merah, lalu dibungkus daun pisang. Rasanya legit dan awet hingga tiga hari di suhu ruang. Penjualnya banyak di Pasar Lemabang dan Pasar Kuto.

Kue bolu kojo juga wajib dicoba. Kue berlapis hijau pandan ini dipanggang dengan teknik khusus sehingga teksturnya bersarang halus. Satu loyang ukuran sedang dijual Rp40.000 sampai Rp60.000. Beli di toko kue "Mutiara" di Jalan Jenderal Sudirman, rasanya paling konsisten.

5. Ikan Salai dan Sate Lilit

Ikan salai (ikan asap) khas Sumatera Selatan menggunakan ikan sungai seperti baung, patin, atau gabus. Proses pengasapan dengan kayu karet atau tempurung kelapa memberikan aroma smokey yang kuat. Ikan salai bisa bertahan dua minggu tanpa kulkas jika disimpan di tempat kering.

Harga ikan salai per kilogram Rp40.000 hingga Rp70.000 tergantung jenis ikan. Sate lilit Palembang juga bisa dijadikan oleh-oleh frozen. Satu tusuk sate lilit berisi adonan ikan tenggiri dan parutan kelapa, dibumbui kunyit dan serai. Satu pak isi 20 tusuk dijual Rp50.000 di sentra oleh-oleh "Pusat Jajanan Palembang" di kawasan Benteng Kuto Besak.

6. Dodol Palembang dan Manisan Pala

Dodol Palembang teksturnya lebih kenyal dan tidak terlalu manis dibanding dodol Betawi. Bahan dasarnya tepung ketan, santan, dan gula merah, dimasak lambat hingga karamelisasi sempurna. Dodol ini tahan hingga satu bulan di suhu ruang, cocok untuk buah tangan jarak jauh.

Manisan pala juga jadi favorit. Buah pala muda diolah dengan gula dan rempah, menghasilkan rasa manis-asam yang menyegarkan. Satu toples dodol ukuran 500 gram dihargai Rp30.000 hingga Rp45.000. Manisan pala per bungkus Rp15.000 sampai Rp25.000. Beli di "Oleh-Oleh Khas Palembang 99" di Jalan Kolonel H. Burlian, stoknya selalu segar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pempek beku bisa dibawa naik pesawat?
Bisa. Pempek beku termasuk barang bawaan yang diperbolehkan di bagasi kabin dan tercatat. Pastikan dikemas dalam cooler bag atau dibungkus koran dan lakban rapat untuk mencegah bocor.

Berapa lama ketahanan songket asli?
Songket tenun tangan bisa bertahan puluhan tahun jika disimpan dengan benar. Hindari paparan sinar matahari langsung dan simpan dengan kamper atau silika gel di lemari kain.

Mana yang lebih enak, kopi Pagaralam atau kopi Semendo?
Keduanya robusta premium. Kopi Pagaralam cenderung lebih ringan di mulut dengan aftertaste rempah, sedangkan kopi Semendo lebih pekat dan earthy. Pilih sesuai selera.

Apakah dodol Palembang halal?
Semua dodol Palembang tradisional menggunakan bahan halal. Namun pastikan membeli di produsen bersertifikat halal MUI jika Anda membutuhkan jaminan resmi.

Oleh-oleh dari Sumatera Selatan tidak melulu soal pempek. Dengan enam pilihan di atas, Anda bisa membawa pulang cita rasa dan kerajinan yang mewakili kekayaan daerah. Pastikan memeriksa tanggal produksi dan kemasan sebelum membeli, terutama untuk produk makanan basah.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks