SUMATERA SELATAN — Borneo FC Samarinda tak sekadar berstatus kontestan di Liga 1. Klub berjuluk Pesut Etam itu secara perlahan menjelma menjadi pabrik talenta yang menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia, mulai dari level senior hingga kelompok usia muda. Dalam unggahan resmi di media sosial, manajemen klub menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil instan.
"Perjalanan menuju lambang Garuda tidak pernah lahir dalam semalam. Ia dibangun dari mimpi, kerja keras, dan kesempatan yang diberikan kepada mereka yang berani melangkah," tulis akun resmi Borneo FC.
Enam Nama, Enam Cerita Perjuangan
Dari total enam pemain yang kini tercatat membela Merah Putih, satu nama berada di skuad senior: kiper Nadeo Argawinata. Sementara itu, Timnas U-23 diperkuat tiga pemain binaan Borneo—Rivaldo Pakpahan, Alfharezzi Buffon, dan Daffa Fasya. Adapun di level U-17, nama Fardan Faras menjadi bagian dari Garuda Muda.
Kehadiran mereka di berbagai level menunjukkan bahwa sistem pembinaan klub asal Samarinda ini memiliki jenjang yang terstruktur. Bukan hanya mencetak pemain untuk kebutuhan tim sendiri, tetapi juga untuk kepentingan nasional.
Membangun Generasi, Bukan Sekadar Kemenangan
Bagi manajemen Borneo FC, kontribusi ke Timnas Indonesia adalah parameter keberhasilan yang lebih luas dari sekadar hasil pertandingan. Klub memandang bahwa pembinaan usia muda memiliki tujuan jangka panjang yang melampaui papan klasemen.
"Borneo FC percaya bahwa membangun sepak bola bukan hanya tentang meraih kemenangan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi yang akan mengharumkan Merah Putih di masa depan," tulis klub dalam pernyataan yang sama.
Semangat itu pula yang mendorong klub untuk terus memberikan kesempatan kepada pemain muda berkembang. Samarinda, yang kerap dipandang jauh dari pusat industri sepak bola nasional, kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu basis pembinaan.
Dari Samarinda, untuk Indonesia
Kalimat penutup dalam unggahan Borneo FC itu menjadi semacam deklarasi visi: "Dari kota Samarinda, lahir nama-nama yang kini membawa kebanggaan bukan hanya untuk klub, tetapi juga untuk seluruh negeri."
Dengan konsistensi yang terus dijaga, bukan tidak mungkin jumlah pemain asal Borneo FC di Timnas akan bertambah. Pesut Etam membuktikan bahwa perjalanan menuju Garuda bisa dimulai dari mana saja—termasuk dari tepi Sungai Mahakam.