PALEMBANG — Kabupaten OKU Timur menjadi daerah dengan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tertinggi di Sumsel, yakni 49.284,09 ton atau 62,65 persen dari alokasi. Disusul Banyuasin dengan 44.812,61 ton, OKU Selatan 31.841,90 ton, OKI 25.338,94 ton, dan Musi Rawas 11.657,54 ton.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono mengatakan realisasi tersebut terdiri dari beberapa jenis pupuk. Rinciannya, 80.722,30 ton pupuk urea, 118.392,83 ton pupuk NPK, 63,75 ton NPK Formula Khusus Kakao, 1.185,29 ton pupuk organik, dan 111,30 ton pupuk ZA.
Serapan Rendah di Palembang dan Prabumulih
Di sisi lain, sejumlah kota mencatatkan serapan yang masih minim. Kota Lubuk Linggau baru menyalurkan 1.730,92 ton, Musi Rawas Utara 247,06 ton, PALI 458,50 ton, Palembang 246,95 ton, dan Prabumulih hanya 35,90 ton.
Bambang menjelaskan, tingginya serapan pupuk bersubsidi tahun ini didorong oleh beberapa program pemerintah. Di antaranya Gerakan Tanam Menyongsong El Nino, program cetak sawah, serta optimalisasi lahan pertanian.
Pemprov Usulkan Realokasi ke Daerah Kebutuhan Tinggi
Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) untuk memastikan stok pupuk tersedia di gudang lini III maupun kios resmi sebelum musim tanam dimulai. Langkah ini untuk mengatasi keluhan petani yang kerap menerima pupuk setelah masa tanam berjalan.
Dalam rapat bersama 17 pemerintah kabupaten/kota dan PT Pupuk Indonesia pada 26 Juni 2026, disepakati bahwa alokasi daerah yang penyerapannya belum mencapai 60 persen dapat direalokasi ke daerah dengan kebutuhan lebih tinggi.
"Di tingkat provinsi dilakukan realokasi antarkabupaten/kota, sedangkan di dalam kabupaten dilakukan antarkecamatan. Kami juga sudah mengajukan tambahan alokasi dan alhamdulillah sudah disetujui karena ada beberapa provinsi yang serapannya belum optimal sehingga dialokasikan ke Sumatera Selatan," kata Bambang.
Tambahan Alokasi Didominasi Pupuk NPK
Ia menambahkan, tambahan alokasi tersebut diperkirakan didominasi pupuk NPK. Hal ini diharapkan dapat semakin memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam berikutnya.
Dinas Pertanian Sumsel juga telah mengusulkan realokasi dan penambahan alokasi pupuk bersubsidi secara berjenjang untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Langkah ini menjadi krusial mengingat sektor pertanian di Sumsel sangat bergantung pada ketersediaan pupuk bersubsidi, terutama di daerah sentra produksi seperti OKU Timur dan Banyuasin.