SUMATERA SELATAN — Kegiatan yang berlangsung Selasa (28/7) ini diikuti 47 pegawai Disdukcapil. Alih-alih sekadar pameran statis, Asmo Sulsel membawa tiga layanan sekaligus: sosialisasi program pembelian korporasi, test ride motor listrik, dan perawatan motor gratis di lokasi. Ini model yang jarang dilakukan dealer di Indonesia Timur, di mana layanan purna jual biasanya baru bisa diakses konsumen setelah membeli unit di dealer.
Bukan Sekadar Pameran: Ada Servis Gratis yang Langsung Dikerjakan
Dari total 47 peserta, 26 unit sepeda motor berhasil dirawat langsung oleh teknisi Honda di tempat. Angka ini menunjukkan antusiasme pegawai terhadap layanan servis kunjung—mereka tidak perlu cuti atau meninggalkan jam kerja hanya untuk ganti oli atau tune-up ringan.
Bagi pemilik motor, servis kunjung seperti ini sebenarnya menghemat biaya tersembunyi: bensin untuk perjalanan ke dealer, waktu antre, dan potongan gaji kalau harus izin. Sayangnya, layanan ini hanya untuk pegawai instansi yang dikunjungi, bukan untuk masyarakat umum.
Honda EM1 e: Jadi Titik Fokus Test Ride di Lingkungan Kerja
Yang menarik dari agenda ini adalah pemilihan Honda EM1 e: sebagai satu-satunya motor yang bisa dicoba langsung. Motor listrik ini memang dirancang untuk mobilitas jarak pendek perkotaan, dan konteks pemakaian pegawai kantoran—pulang-pergi ke kantor, belanja, atau antar jemput—adalah skenario idealnya.
Namun perlu dicatat, EM1 e: bukan motor listrik berperforma tinggi. Tenaganya setara motor 110cc dan jarak tempuhnya terbatas untuk penggunaan dalam kota. Yang dijual dari motor ini adalah kemudahan perawatan dan biaya operasional rendah, bukan akselerasi. Test ride di area kantor memang tidak akan menunjukkan batas kemampuannya, tapi cukup untuk merasakan kehalusan tarikan dan tidak adanya getaran mesin.
Group Customer: Strategi Jualan ke Instansi Pemerintah
Syarif Hidayatullah, Group Customer Supervisor Asmo Sulsel, menyebut program ini dirancang untuk mempermudah instansi dalam pengadaan kendaraan operasional. "Kami ingin memberikan kemudahan bagi instansi dan perusahaan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk serta layanan Honda," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Program Group Customer sebenarnya sudah lama menjadi andalan main dealer untuk menopang volume penjualan di luar pasar ritel. Untuk instansi, keuntungannya jelas: proses pengadaan lebih singkat karena sudah ada jalur khusus, dan layanan purna jual bisa dikelola dalam satu pintu. Asmo Sulsel juga menawarkan harga kompetitif untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Marketing Manager Asmo Sulsel wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon, Elang Samodra, menambahkan bahwa kegiatan ini akan diperluas ke instansi lain. "Ke depan, kami akan terus memperluas kegiatan serupa di berbagai instansi dan perusahaan di wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon," tutupnya.
Yang Perlu Diperhatikan: Layanan Ini Belum Menjangkau Konsumen Individu
Dari sisi strategi bisnis, langkah Asmo Sulsel masuk akal. Menjangkau pegawai negeri di lingkungan kerja mereka adalah cara efisien untuk membangun brand awareness tanpa biaya sewa venue besar. Tapi bagi konsumen individu, program ini tidak berdampak langsung—mereka tetap harus datang ke dealer untuk servis atau test ride.
Pertanyaan yang lebih menarik: apakah servis kunjung seperti ini akan menjadi program berkelanjutan atau sekadar seremonial? Jika serius, ini bisa menjadi pembeda layanan Honda di Indonesia Timur, di mana infrastruktur dealer masih terbatas dibandingkan Jawa. Namun sejauh ini, belum ada jadwal rinci kunjungan ke instansi lain yang dipublikasikan.
Untuk pegawai Disdukcapil Ambon, kegiatan ini jelas menguntungkan: motor terawat tanpa biaya, dan mereka bisa mencoba teknologi motor listrik tanpa harus ke dealer. Bagi pembaca yang ingin mencoba EM1 e:, pilihan terbaik tetap mengunjungi dealer resmi Honda di kota masing-masing untuk test ride yang lebih leluasa.