Pencarian

Kemnaker Buka Akses Pelatihan Kerja dan Lowongan bagi Penyintas Narkoba Usai Rehabilitasi

Kamis, 13 Agustus 2026 • 07:50:01 WIB
Kemnaker Buka Akses Pelatihan Kerja dan Lowongan bagi Penyintas Narkoba Usai Rehabilitasi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menandatangani nota kesepahaman tentang sinergi rehabilitasi dan pascarehabilitasi bagi penyintas narkoba di PPSDM BNN Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemulihan penyintas narkoba tidak berhenti pada proses rehabilitasi fisik dan psikologis. Menurutnya, mantan pecandu perlu ruang untuk kembali produktif dan mandiri secara ekonomi agar tidak kembali ke lingkungan yang salah.

"Pemulihan bukan akhir dari proses. Setelah menjalani rehabilitasi, mereka perlu memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, berkarya dan menjalani kehidupan secara mandiri," ujar Yassierli dalam keterangan resminya, Rabu.

Pelatihan Berbasis Kompetensi yang Disesuaikan Kebutuhan Industri

Kemnaker menyiapkan skema pelatihan berbasis kompetensi yang mengacu pada kebutuhan dunia kerja saat ini. Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan usaha mandiri jika memilih jalur wirausaha.

"Yang kami siapkan bukan hanya pelatihannya, tetapi juga bagaimana setelah memiliki kompetensi mereka bisa mendapatkan akses menuju pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri," kata Yassierli.

Bagi penyintas yang ingin bekerja di perusahaan, Kemnaker akan memfasilitasi penempatan dengan mempertemukan kompetensi peserta dengan kebutuhan pemberi kerja. Sementara untuk jalur wirausaha, pembekalan diarahkan pada keterampilan teknis, pengetahuan kewirausahaan, dan pendampingan usaha.

Sinergi Lintas Kementerian untuk Dukungan Pascarehabilitasi

Kebijakan ini lahir dari nota kesepahaman bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, serta Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (Napza). Penandatanganan dilakukan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN Bogor, Jawa Barat.

Kepala BNN Suyudi Ario Seto menegaskan upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. "BNN tidak bisa hadir sendiri dalam hal ini. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari kementerian serta lembaga terkait menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika," jelas Suyudi.

Kesetaraan Hak Mendapatkan Pekerjaan Layak

Menaker menegaskan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak harus terbuka bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Penyintas yang telah melewati rehabilitasi dinilai perlu mendapat ruang mengembangkan kompetensi dan kembali berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Dukungan pascarehabilitasi dinilai krusial untuk membangun kepercayaan diri penyintas ketika kembali berinteraksi di lingkungan sosial. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh pulihnya kondisi fisik, tetapi juga kemampuan menata kembali kehidupan dan memperoleh penghasilan tetap.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi penyintas penyalahgunaan narkoba untuk memperoleh keterampilan baru, memasuki pasar kerja, maupun membangun usaha sendiri. Kemnaker optimistis program ini mampu memutus rantai ketergantungan jangka panjang melalui kemandirian ekonomi.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks