SUMATERA SELATAN — Kabar baik datang dari Provinsi Lampung. Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Taman Nasional Way Kambas sejak Jumat (21/8/2026) resmi padam. Tim gabungan berhasil mengendalikan api di kawasan Resor Kuala Penet, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III, pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Kementerian Kehutanan memastikan populasi gajah Sumatra di habitat aslinya maupun di Pusat Konservasi Gajah (PKG) berada dalam kondisi aman. Hasil pemantauan petugas menunjukkan kelompok gajah liar tengah berada di wilayah utara taman nasional, berjauhan dari lokasi kebakaran.
Kronologi dan Luas Lahan Terdampak
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8) di wilayah Resor Kuala Penet. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 673 hektare, namun angka ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah verifikasi lapangan selesai dilakukan.
Proses pemadaman bukan tanpa tantangan. Karakteristik lahan gambut membuat api mudah merambat di bawah permukaan, sementara akses menuju lokasi tergolong sulit. Personel bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai sejumlah titik api karena sumber air berada cukup jauh dari area terdampak.
250 Personel Gabungan Dikerahkan
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel dari berbagai instansi. Mulai dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodim Lampung Timur, hingga Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Masyarakat Peduli Api, kelompok tani hutan, dan mitra kerja taman nasional juga turun ke lapangan.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, dan Dandim Lampung Timur turut memantau langsung proses pengendalian di lapangan. Koordinasi lintas instansi ini menjadi kunci utama dalam memastikan perlindungan kawasan konservasi dan satwa liar tetap menjadi prioritas.
Nasib Gajah Sumatra dan Upaya Pemantauan
Kekhawatiran terhadap keselamatan gajah Sumatra memang beralasan. Namun berdasarkan pemantauan intensif, kelompok gajah liar berada di zona yang jauh dari jangkauan api. Sementara itu, gajah-gajah yang menghuni Pusat Konservasi Gajah juga tidak terdampak langsung.
Pasca pemadaman, personel gabungan tidak langsung menarik diri. Mereka melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Langkah ini krusial mengingat lahan gambut menyimpan potensi kebakaran berulang jika tidak diantisipasi sejak dini.
Langkah Lanjutan dan Imbauan untuk Pengunjung
Balai Taman Nasional Way Kambas berencana meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan. Penguatan koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat juga akan diperluas, tidak hanya untuk pencegahan kebakaran tetapi juga perburuan liar, perambahan, dan aktivitas ilegal lain yang mengancam kawasan konservasi.
Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke TN Way Kambas, kondisi kawasan saat ini telah terkendali. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan taman nasional. Keberhasilan pemadaman ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor mampu menjaga kelestarian salah satu habitat gajah Sumatra terpenting di Indonesia.