Pencarian

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,34 Persen, Tercepat Ketiga di Seluruh Sumatera

Jumat, 08 Mei 2026 • 19:14:01 WIB
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,34 Persen, Tercepat Ketiga di Seluruh Sumatera
Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,34 persen pada triwulan I 2026, tercepat ketiga di Sumatera.

PALEMBANG — Perekonomian Sumatera Selatan mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,34 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan I 2026. Angka ini menempatkan Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan laju ekonomi tertinggi ketiga di wilayah Sumatera.

Realisasi tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatera yang tercatat sebesar 5,13 persen. Meski menunjukkan performa kuat di tingkat wilayah, angka pertumbuhan ini masih sedikit di bawah rata-rata nasional yang menyentuh 5,61 persen.

Konsumsi Rumah Tangga dan Pengangkatan PPPK Jadi Pendorong

Geliat ekonomi di daerah ini didorong kuat oleh konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi sebesar 2,95 persen. Peningkatan aktivitas masyarakat selama momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri menjadi faktor kunci penggerak perdagangan.

Daya beli warga juga diperkuat oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 serta pengangkatan 5.990 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Penambahan jumlah pegawai ini berdampak langsung pada kenaikan belanja pemerintah daerah yang berkontribusi sebesar 0,70 persen.

Proyek Strategis dan Performa Sektor Industri Pengolahan

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang andil 1,27 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas ini tercermin dari berlanjutnya pengerjaan berbagai proyek strategis, mulai dari jalan tol, flyover, underpass, hingga pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat.

Sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 1,29 persen. Kinerja positif sektor ini terutama ditopang oleh peningkatan produksi crude palm oil (CPO) serta industri pulp and paper yang masih menjadi produk unggulan Sumatera Selatan.

“Meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri mendorong aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono.

Antisipasi Risiko El Nino dan Kendala Logistik Batubara

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Selatan ke depan akan tumbuh pada kisaran 5,00 hingga 5,80 persen. Prospek tersebut didukung rencana pembukaan rute internasional Singapura–Palembang oleh maskapai Scoot serta kenaikan UMP sebesar 7,1 persen.

Terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai pada semester II 2026, termasuk potensi fenomena El Nino yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kendala logistik dan pengurangan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) diprediksi dapat menghambat produksi batu bara.

Pihak Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini diambil agar pertumbuhan tetap inklusif dan berkelanjutan di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu sentra pangan.

Bagikan
Sumber: bidiksumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks