PALEMBANG — Optimisme terhadap pertumbuhan investasi di Sumatera Selatan tidak terlepas dari kekuatan sumber daya alam yang melimpah serta posisi geografis yang strategis sebagai jalur ekonomi di Pulau Sumatra. Bank Indonesia mencatat sedikitnya lima sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, yakni pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, serta transportasi dan jasa.
Task Force Percepatan Investasi Segera Dibentuk
Bambang Pramono mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sumsel tengah menginisiasi pembentukan Task Force Percepatan Investasi. Wadah koordinasi strategis ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai hambatan investasi sekaligus memperkuat kesiapan proyek strategis daerah.
“Pentingnya membentuk Task Force Percepatan Investasi. Ini diharapkan menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan,” ujar Bambang dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Stabilitas Sosial dan Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik
Menurut Bambang, daya tarik Sumsel bagi investor tidak hanya ditopang oleh sumber daya alam dan posisi geografis. Stabilitas sosial dan kearifan lokal masyarakat setempat juga menjadi faktor penting yang meningkatkan minat investasi.
“Sumsel didukung potensi sumber daya alam, posisi geografis strategis, serta kearifan lokal yang menjadikan daerah ini memiliki daya tarik tinggi bagi investor,” katanya.
Kontribusi Ekonomi Sumsel Capai 13,60 Persen
Data BI menunjukkan Sumsel memberikan kontribusi sebesar 13,60 persen terhadap total perekonomian regional Sumatra. Capaian ini memperkuat posisi daerah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Melalui pembentukan task force, Sumsel diharapkan semakin siap menjadi daerah tujuan investasi yang bankable, marketable, dan implementable. “Harapannya agar Sumsel semakin siap dalam menarik investor dan mempercepat implementasi proyek investasi daerah,” jelas Bambang saat kegiatan di Hotel Aryaduta Palembang.
Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Jadi Kunci
Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pandji Tjahjanto mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia dalam mendorong percepatan investasi daerah. Menurutnya, sinergi antar pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci penting untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi daerah, meningkatkan kualitas proyek investasi, serta memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.
Pandji menambahkan, penguatan investasi menjadi langkah penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Sumsel yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah.