SUMATERA SELATAN — Kompetisi pembinaan usia muda level tertinggi di Indonesia itu menjadi panggung bagi Persija untuk menunjukkan konsistensi sistem pengembangan pemain. Dari tiga kelompok umur yang dilombakan, tim ibu kota tampil paling menonjol dengan torehan gelar tim dan individu.
Pelatih Terbaik di Dua Kategori Sekaligus
Furqon Alkatiri, pelatih Persija U-20, dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik EPA U-20 Super League musim ini. Prestasi serupa juga diraih Ferdiansyah, arsitek Persija U-18, yang mendapatkan penghargaan Pelatih Terbaik di kategorinya.
Ini menjadi bukti bahwa kualitas kepelatihan di internal Persija merata di setiap level usia. Keduanya berhasil membawa tim tidak hanya meraih hasil, tetapi juga bermain dengan disiplin tinggi.
Top Skor 27 Gol dan Dua Tim Fair Play
Ahmad Mujadid tampil sebagai mesin gol Persija U-20. Pemain muda itu mengoleksi 27 gol sepanjang kompetisi dan memastikan diri menyabet gelar Top Skor EPA U-20.
Di sisi sportivitas, Persija U-16 dan U-18 masing-masing meraih predikat Tim Fair Play. Penghargaan itu diberikan atas konsistensi mereka dalam menjunjung tinggi etika permainan tanpa pelanggaran berlebihan.
Akademi Terbaik: Bukan Sekadar Juara
Direktur Akademi dan Kepala Pengembangan Persija Development, Ricky Nelson, menegaskan bahwa raihan juara bukanlah target utama. “Sebenarnya juara bukan tujuan utama kami,” kata Ricky kepada wartawan termasuk JawaPos.com, Senin (18/5/2026).
Menurut Ricky, gelar juara Persija U-20 adalah hasil dari proses panjang yang terus diperbaiki. “Setiap musim kami terus memperbaiki pembentukan tim, salah satunya dengan menguatkan talent scouting jadi lebih baik. Jadi, kami mendapatkan pemain-pemain yang berkualitas,” sambungnya.
Pola pikir ini yang membuat Persija kembali dinobatkan sebagai akademi terbaik EPA Super League 2025/2026. Manajemen berkomitmen melahirkan pemain berkualitas secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar trofi musiman.
Dominasi yang Berkelanjutan
Pencapaian ini menegaskan bahwa sistem pembinaan usia muda Persija terus berkembang dari musim ke musim. Dengan tiga penghargaan tim, dua pelatih terbaik, dan satu top skor, Macan Kemayoran membuktikan diri sebagai pusat regenerasi pemain paling produktif di Indonesia saat ini.