SUMATERA SELATAN — Lille memastikan tempat di kompetisi antarklub paling elite Eropa setelah mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen Ligue 1. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah ada pemain Indonesia yang menjadi bagian dari skuad yang lolos ke Liga Champions.
Verdonk didatangkan Lille dari NEC Nijmegen pada September 2025. Di musim perdananya, pemain 29 tahun itu mencatatkan 26 penampilan di semua kompetisi dengan total 1.242 menit bermain dan satu assist di Liga Europa.
Peran Ganda: Pelapis di Ligue 1, Andalan di Eropa
Di Ligue 1, Verdonk berstatus sebagai pelapis Romain Perraud. Dari 18 penampilan di kasta tertinggi Liga Prancis, ia hanya tujuh kali menjadi starter.
Namun cerita berbeda terjadi di pentas Eropa. Verdonk justru menjadi tumpuan utama Lille di Liga Europa. Dari tujuh pertandingan, ia dipercaya sebagai starter sebanyak lima kali.
Pelatih Bruno Genesio sengaja membagi peran ini agar Perraud tetap segar untuk laga-laga Ligue 1. Konsistensi Verdonk di Eropa jadi alasan utama kepercayaan itu diberikan.
Mentalitas Baja: Starter Saat Hadapi Raksasa Ligue 1
Meski bukan pilihan utama di liga, Verdonk mendapat keistimewaan saat Lille berhadapan dengan tim-tim besar. Ia masuk starting eleven saat melawan Olympique Lyon dan Marseille.
Ini menunjukkan bahwa Genesio percaya pada mentalitas kuat pemain kelahiran Doordrecht itu di momen-momen krusial. Verdonk tidak sekadar pemain pelapis, tapi punya peran spesifik di laga berat.
Lebih dari Sekadar Angka: Pelopor Sepak Bola Indonesia
Jika Verdonk benar-benar tampil di Liga Champions musim depan, ia akan menjadi pemain Indonesia pertama yang melakoni kompetisi tersebut. Sebelumnya, beberapa pemain keturunan Indonesia seperti Giovanni van Bronckhorst, Radja Nainggolan, dan Tijjani Reijnders sudah punya rapor di sana. Emil Audero Mulyadi juga pernah bermain, namun saat itu ia masih menggunakan paspor Italia.
Pencapaian Verdonk ini membuka jalan baru bagi pesepak bola Indonesia. Ia membuktikan bahwa pemain Garuda bisa menjadi bagian penting dari klub Eropa yang berlaga di level tertinggi.
Musim depan Lille akan menghadapi klub-klub raksasa Eropa. Dan di sisi kiri pertahanan Les Dogues, akan ada nama Calvin Verdonk — pemain Indonesia yang menulis sejarah.