PALEMBANG — PT Medco Energi Internasional Tbk memastikan proyek Blok Sakakemang di Sumatera Selatan akan onstream lebih cepat dari jadwal, yakni pada Kuartal III 2027. Percepatan ini dilakukan sebagai komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan gas domestik.
Senior VP Business Support PT Medco E&P Indonesia Iwan Prajogi mengungkapkan, target awal proyek tersebut baru bisa beroperasi pada 2028. Namun, pihaknya berhasil mengakselerasi tahap pengembangan hingga satu tahun lebih cepat.
"Mohon doanya kita bisa onstream di kuartal III 2027, which is itu akselerasi, karena awalnya menargetkan mungkin 2028," ujarnya dalam sesi diskusi di Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Dominasi Gas di Sumatera Selatan Capai 127 Ribu BOEPD
Medco Energi tercatat sebagai salah satu produsen gas domestik utama di Indonesia. Gas bumi menyumbang 72 persen dari total produksi perusahaan, atau setara 21 persen kebutuhan gas nasional.
Secara keseluruhan, produksi bruto MedcoEnergi mencapai lebih dari 350 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD). Dari jumlah tersebut, produksi domestik mencapai lebih dari 265 ribu BOEPD, sementara kontribusi internasional sekitar 88 ribu BOEPD.
Di Sumatera Selatan, produksi bruto perusahaan kini mencapai sekitar 127 ribu BOEPD. Capaian ini didorong oleh dua langkah strategis sepanjang 2025.
Dua Akuisisi Strategis Perkuat Portofolio Sumsel
Pertama, MedcoEnergi meningkatkan kepemilikan di Blok Corridor dengan mengakuisisi 24 persen participating interest (PI) milik Repsol. Langkah ini menambah produksi sekitar 25 ribu BOEPD dan menjadikan total kepemilikan perusahaan di blok tersebut menjadi 70 persen.
Kedua, pada November 2025, perusahaan mengakuisisi 45 persen kepemilikan operator sebelumnya di Blok Sakakemang. Proyek ini kini memasuki tahap pengembangan intensif untuk mengejar target onstream lebih awal.
Ekspansi Regional dan Transisi Energi Berjalan Paralel
Tidak hanya di Sumatera Selatan, MedcoEnergi juga memperkuat aset di kawasan lain. Di Sulawesi, proyek Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini. Sementara di Thailand, proyek Bualuang Phase-1 dijadwalkan onstream pada Kuartal II 2026.
Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang efektif mulai September 2026.
Di sektor energi baru terbarukan (EBT), MedcoEnergi mengembangkan Ijen Geothermal yang bersiap memasuki fase kedua dengan tambahan kapasitas 35 MW menuju total 70 MW. Ekspansi Batam IPP terus berjalan menuju kapasitas 300 MW, sementara proyek Sumbawa Solar PV 26 MWp masih dalam tahap kajian.
Saat ini, energi terbarukan menyumbang sekitar 26 persen dari total kapasitas terpasang perusahaan. MedcoEnergi menargetkan bauran EBT meningkat menjadi 30 persen pada 2030.
Peringkat ESG Tertinggi dan Target Produksi 2026
Dari sisi keberlanjutan, MSCI meningkatkan peringkat ESG MedcoEnergi menjadi AAA pada Maret 2026. Level tertinggi ini menempatkan perusahaan dalam kelompok 11 persen perusahaan migas global dengan peringkat terbaik.
Memasuki 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi migas sebesar 165 hingga 170 ribu BOEPD dan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh. "Semua proyek sudah berjalan, dan melalui pendekatan yang disiplin dan terukur, MedcoEnergi berkomitmen untuk terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi secara berkelanjutan," tutup Iwan.