PALEMBANG — Apel pagi rutin di lingkungan Kanwil Kemenkum Sumsel kali ini tidak sekadar seremoni. Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yenni, yang bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kedisiplinan yang wajib dijalankan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia juga mengingatkan seluruh pegawai yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) untuk segera mematangkan berbagai data dukung yang diperlukan. Dokumen dan data tersebut menjadi syarat mutlak dalam pelaksanaan program serta evaluasi kinerja organisasi ke depan.
Disiplin dan Akuntabilitas Jadi Fondasi Organisasi
Di luar agenda apel, Kepala Kanwil Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian, menegaskan bahwa disiplin dan akuntabilitas merupakan fondasi utama untuk membangun organisasi berkinerja tinggi. Menurutnya, kedua hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam birokrasi modern.
"Kedisiplinan harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap ASN. Di sisi lain, setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan juga harus didukung dengan perencanaan yang baik serta data yang akurat," ujar Maju.
Ia menambahkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan data yang valid, kinerja organisasi dapat terukur, akuntabel, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan ini menjadi pengingat di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin profesional dan berintegritas.
Apa yang Perlu Disiapkan Pokja?
Yenni secara spesifik menyoroti kesiapan kelompok kerja di masing-masing bidang. Data dukung yang dimaksud mencakup laporan capaian, dokumen evaluasi program, hingga basis data yang menjadi acuan pengambilan keputusan. Tanpa data yang siap, target kerja dinilai sulit untuk terlaksana secara optimal.
Kegiatan apel pagi berlangsung tertib dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kemenkum Sumsel. Diharapkan, agenda rutin ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berorientasi pada hasil.