SUMATERA SELATAN — Prancis datang ke laga kedua Grup I dengan modal kemenangan 3-1 atas Senegal. Kini, target mereka jelas: mengamankan satu tempat di babak 32 besar lebih cepat dari jadwal. Di sisi lain, Irak berada dalam tekanan besar setelah dihancurkan Norwegia 1-4 pada laga pembuka.
Rekor Berbahaya Mbappe dan Lini Depan Prancis
Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian. Penyerang Real Madrid itu tak hanya mencetak gol ke gawang Senegal, tetapi juga memecahkan rekor sepanjang masa tim nasional Prancis. Ia kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus, melewati catatan Olivier Giroud.
Tak berhenti di situ, Mbappe juga melampaui rekor legenda Just Fontaine untuk jumlah gol terbanyak Prancis di ajang Piala Dunia. Catatan ini menegaskan statusnya sebagai mesin gol utama yang sulit dihentikan.
Namun, ada celah di kubu Prancis. Lini belakang asuhan Didier Deschamps gagal mencatatkan clean sheet dalam enam pertandingan beruntun. Meski begitu, kekuatan menyerang mereka sulit dibendung. Les Bleus selalu mencetak gol dalam 14 laga terakhir dan mampu menghasilkan minimal dua gol dalam 13 pertandingan. Pola ini menjadi ancaman serius bagi pertahanan Irak yang baru saja kebobolan empat gol.
Irak Butuh Kejutan Besar untuk Hidup
Kekalahan dari Norwegia membuat posisi Irak di dasar klasemen Grup I. Pelatih Graham Arnold menilai timnya bermain kompetitif selama 70 menit pertama, sebelum kesalahan individu menghancurkan segalanya. Gol penyama kedudukan dari Aymen Hussein sempat memberi harapan, tetapi tekanan beruntun dari Norwegia membuat mereka tumbang.
Secara historis, Irak belum pernah meraih satu poin pun di putaran final Piala Dunia. Pada debut mereka di 1986, tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu langsung tersingkir tanpa poin. Kini, mereka berusaha keras menghindari catatan buruk serupa.
“Kami bermain kompetitif selama sekitar 70 menit, tetapi kesalahan individu merusak segalanya,” ujar Graham Arnold, pelatih Irak, menilai performa timnya.
Meski begitu, Irak cukup konsisten mencetak gol dalam sembilan dari 11 laga terakhir. Statistik itu memberi sedikit harapan, tapi menghadapi Prancis yang sedang dalam performa ofensif terbaik jelas menjadi ujian yang jauh lebih berat. Jika kalah, dan Norwegia menang atas Senegal, maka peluang Irak untuk finis di dua besar akan tertutup rapat.