Pencarian

Petani di OKU Selatan Ditemukan Tewas di Kebun Kopi, Polisi Pastikan Tak Ada Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi

Selasa, 21 Juli 2026 • 17:43:31 WIB
Petani di OKU Selatan Ditemukan Tewas di Kebun Kopi, Polisi Pastikan Tak Ada Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi
Petani inisial S (65) ditemukan meninggal di perkebunan kopi Desa Sukarena, OKU Selatan, setelah dilaporkan hilang selama dua hari.

BATURAJA — Seorang petani berinisial S (65) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kopi di Desa Sukarena, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Senin (20/7/2026). Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari sejak Sabtu (18/7/2026).

Personel Polsek Buay Sandang Aji mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari pemerintah desa. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, dan mengevakuasi korban bersama tim medis dari Puskesmas Peninggiran.

Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan petugas medis telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara serta keterangan para saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar I Made dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Polisi memastikan tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah.

Keluarga Tolak Autopsi, Buat Surat Pernyataan

“Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi maupun visum et repertum. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan Kepala Desa Sukarena,” kata I Made.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi respons cepat personel di lapangan dalam menangani laporan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Nandang.

Imbauan: Jangan Berspekulasi, Hormati Privasi Keluarga

Nandang juga meminta masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan agar publik menghormati privasi keluarga korban yang sedang berduka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga di wilayah perkebunan untuk selalu menjaga komunikasi dengan keluarga saat beraktivitas di kebun. Pemerintah desa setempat diharapkan dapat meningkatkan sistem keamanan lingkungan dan pelaporan warga yang tidak pulang tepat waktu.

Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks