PALEMBANG — Ekosistem kewirausahaan muda di Sumatera Selatan mendapat suntikan sinergi baru dari sektor jasa keuangan. Dalam forum bertajuk Bincang Santai yang digelar baru-baru ini, OJK, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel duduk bersama untuk merumuskan strategi percepatan Program 100.000 Sultan Muda.
Akses Permodalan dan Pendampingan Jadi Fokus Utama
Bank Sumsel Babel menegaskan komitmennya sebagai katalis utama program ini. Pihaknya tidak hanya menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan aman, tetapi juga memperkuat literasi finansial bagi calon pengusaha muda.
“Membangun generasi wirausaha tidak cukup hanya dengan memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ekosistem yang mampu mendampingi, mengedukasi dan memperkuat daya saing mereka,” ujar Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi, dalam kesempatan tersebut.
Peran Bank Pembangunan Daerah dalam Ekonomi Lokal
Partisipasi Bank Sumsel Babel dalam forum ini menjadi bukti nyata peran bank pembangunan daerah dalam menggerakkan roda ekonomi Sumsel. Layanan dan solusi keuangan yang dimiliki diharapkan menjadi fondasi bagi para Sultan Muda untuk bersaing di era digital.
Forum ini juga menjadi ruang dialog antara regulator dan pelaku usaha muda. Berbagai tantangan bisnis dibahas secara terbuka agar kebijakan yang lahir bisa lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda yang ingin memulai usaha produktif.
Target: 100.000 Wirausaha Baru yang Mandiri
Program 100.000 Sultan Muda merupakan inisiatif strategis Pemprov Sumatera Selatan. Targetnya bukan sekadar mencetak pengusaha, melainkan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui inovasi.
Bank Sumsel Babel meyakini keberhasilan ekonomi daerah tidak ditentukan oleh modal semata. Sinergi antara pemerintah, regulator, industri keuangan, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan Sumatera Selatan yang lebih maju dan sejahtera.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, optimisme terhadap program ini terus menguat. Para Sultan Muda diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumsel.